First State Segera Luncurkan Reksa Dana Pendapatan Tetap

First State Segera Luncurkan Reksa Dana Pendapatan Tetap

- detikFinance
Kamis, 14 Jan 2010 13:26 WIB
First State Segera Luncurkan Reksa Dana Pendapatan Tetap
Jakarta - PT First State Investment Indonesia akan meluncurkan produk reksa dana pendapatan tetap (fix income) terbarunya tahun ini. Perseroan baru saja meluncurkan produk reksa dana saham First State IndoEquity Peka Fund (FSI Peka Fund).

Demikian disampaikan Direktur Pemasaran PT FSI Indonesia Putut E. Andanwarih di hotel four seasons Jalan HR Rasuna Said Jakarta Kamis (14/1/2010).

Menurut Putut, produk reksa dana pendapatan tetap merupakan satu diantara tiga ragam investasi menarik lainnya, yaitu saham dan campuran. Target dana yang bisa dihasilkan dari reksa dana fix income berkisar di level Rp 200-300 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rata-ratanya akan sama, untuk seluruh reksa dana yang perseroan miliki, Rp 200-300 miliar. Namun kami belum bisa memberi kepastian kapan akan diluncurkan. Kita masih melihat timing," katanya.

Ditambahkannya, rencana penerbitan ini masih ditelaah secara internal oleh tim FSI Indonesia. Yang menjadi acuan perseroan untuk suatu produk adalah, bagaimana reksa dana dapat memberikan tingkat pengembalian tinggi dalam jangka panjang.

"Kita yang menjadi utama adalah membuat investor senang. Prinsip investasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara fundamental. Bentuk pengelolaan yang baik," jelasnya.

Saat ini, rencana penerbitan reksa dana fix income telah mendapat persetujuan dari kantor pusat FSI di Australia. Tinggal menunggu waktu yang pas.

"Kita lihat kondisi pasar. Prinsipnya sudah dijalankan. Setelah itu kita akan lewat jalur yang sesuai, yaitu melalui Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) untuk mendapatkan penyataan efektif," paparnya.

Seluruh reksa dana milik perseroan di tahun ini, akan di konsentrasikan pada investasi saham dan obligasi. Menurutnya, dengan outlook ekonomi yang diasumsikan tetap tumbuh, meski tidak sebesar di 2009, pilihan investasi saham tetap menarik.

"Saham akan memberi value dan growth yang lebih mendominasi," imbuhnya.

Investasi obligasi juga didasarkan pada analisis yang sama. Namun memang, jenis ini akan menjadi produk sekunder setelah saham. Obligasi menjadi menarik sebagai produk investasi untuk diversifikasi.

"Walaupun SBI dan Inflasi naik tahun depan, namun tidak menjadi hambatan investasi saham dan obligasi," papar Putut.

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads