Telepon Nirkabel Tak Pengaruhi Penjualan IKBI

Telepon Nirkabel Tak Pengaruhi Penjualan IKBI

- detikFinance
Jumat, 16 Apr 2004 16:02 WIB
Jakarta - Berkurangnya pemakaian telepon kabel karena operator beralih ke teknologi nirkabel (wireless) tak mempengaruhi penjualan kabel PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI). Pasalnya, pangsa pasar kabel telepon yang ditangani perseroan hanya sebesar 2 persen dari total penjualan.Demikian diungkapkan Presiden Direktur IKBI, Shigeki Osawa, dalam paparan publik yang berlangsung di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (16/4/2004). Namun demikian, perseroan sendiri mengaku tetap mengintensifkan penjualan kabel, baik ke perusahaan telekomunikasi maupun PLN.Menurut Shigeki, per tahun 2003, penjualan terbesar perseroan atau sebesar 49 persen diekspor ke Jepang. Sementara penjualan domestik dalam bentuk wire road sebesar 36,5 persen, untuk kabel domestik lainnya 7,5 persen dan ekspor kabel untuk electronik ke Jepang sebesar 7 persen.Sementara dari sisi kategori produk, perinciannya untuk wire road sebesar 36 persen atau Rp 206 miliar, power cable sebesar 60 persen atau Rp 348 miliar dan kabel telepon sebesar 2 persen atau Rp 10 miliar. Sisanya, lain-lain sebesar 3 persen atau Rp 15 miliar. Untuk tahun 2004, perseroan menargetkan penjualan mencapai Rp 683 miliar terdiri atas penjualan power cable dan telepon cable Rp 476 miliar serta wire road Rp 207 miliar. Target penjualan 2004 ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 582 miliar dan tahun 2002 Rp 560,318 miliar.Shigeki juga menjelaskan, untuk tahun 2004 perseroan diharapkan sudah bisa mencatat laba bersih Rp 8 miliar, dibandingkan tahun 2003 yang rugi bersih Rp 9,691 miliar. Sedangkan rugi bersih tahun 2002 mencapai Rp 4,452 miliar.Menurut Shigeki, meningkatnya rugi bersih yang dialami perseroan tahun 2003 karena beberapa faktor seperti harga kabel perusahaan yang tidak bersaing dengan kabel produksi perusahaan lain. Selain itu, meningkatnya harga row material yang membuat beban usaha meningkat.Komposisi pemegang saham IKBI saat ini adalah Sumitomo Electric Industries Ltd Japan sebesar 88,06 persen, Sumitomo Corporation Japan 5 persen dan publik 6,94 persen. Meski saham publik saat ini sangat kecil, namun perusahaan belum berencana untuk menjual saham ke publik lagi."Kami tidak ingin menghimpun dana masyarakat untuk menutupi kerugian, lebih baik kami membuat terobosan-terobosan," kata Komisaris Independen IKBI, Teuku Umar Laksamana. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads