Dibobol Rp 33 M, Saham Bank Danamon Akhir Pekan Anjlok
Sabtu, 17 Apr 2004 11:38 WIB
Jakarta - Saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) pada akhir pekan ini ditutup pada level Rp 3250 turun Rp 100 per saham (turun 2,99 persen). Anjloknya saham Bank Danamon karena kecemasan investor atas skandal pembobolan bank tersebut Rp 33 miliar. Tercatat dalam transaksi saham, akhir pekan Jumat,(16/4/2004), saham Bank Danamon sempat turun hingga 3,7 persen atau terpuruk Rp 125 menjadi Rp 3.225 per saham. Padahal pada pembukaan perdagangan Jumat kemarin itu saham Bank Danamon sempat mencapai level Rp 3.350 per saham.Seperti di kutip Dow Jones, manajemen PT Bank Danamon telah menemukan penggelapan dana sekitar Rp 33 miliar yang dilakukan oleh sejumlah staf di kantor cabang Medan Sumatera Utara.Pihak Bank Danamon sendiri telah melaporkan kasus tersebut ke Polisi karena ditemukan indikasi kejahatan kriminal. Namun demikian, Bank Danamon masih sempat menyelamatkan dana sekitar Rp 14 miliar dari skandal tersebut.Saat ini saham Bank Danamon, menjadi salah satu saham bank teraktif yang di perdagangkan di BEJ, setelah saham tersebut dikuasai konsorsium yang dipimpin Temasek Holdings, yang merupakan perusahaan investasi pemerintah Singapura.Komposisi pemegang saham Bank Danamon saat ini adalah Asia Financial Indonesia Pte Ltd sebesar 58,93 persen, pemerintah Indonesia 19,53 persen, publik sebesar 16,78 persen dan karyawan atau manajemen sebesar 4,7 persen. Pekan depan analis memprediksi, investor akan kembali melepas saham-saham perbankan. Sebelumnya pada awal pekan ini saham perbankan juga sempat anjlok karena dampak negatif likuidasi Bank Asiatic dan Bank Dagang Bali oleh Bank Indonesia.
(ir/)











































