Perdagangan sesi I hari ini, aktivitas perdagangan tampak tidak bergairah. Tidak ada dorongan beli maupun jual yang kelihatannya mampu menggiring IHSG naik atau turun dalam rentang yang lebar dari titik penutupan kemarin. Rentang pergerakan IHSG berkisar antara 2.638,356 hingga 2.655,806.
Indeks saham-saham tambang menjadi pendorong utama koreksi IHSG pada perdagangan sesi I hari ini yang ditutup turun 31,828 poin (1,31%) ke level 2.383,653. Indeks saham perkebunan turun 4,888 (0,25%) ke level 1.941,429. Nilai transaksi di seluruh pasar pun tidak sampai Rp 2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif dalam kisaran yang tidak jauh dari titik penutupan hari sebelumnya.
- Indeks Shanghai naik 16,14 poin (0,50%) ke level 3.231,69.
- Indeks Hang Seng turun 77,62 poin (0,36%) ke level 21.639,85.
- Indeks Nikkei-225 naik 11,56 poin (0,11%) ke level 10.920,30.
- Indeks Straits Times naik 5,91 poin (0,21%) ke level 2.915,49.
Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 50.118 kali pada volume 4,612 miliar saham senilai Rp 1,462 triliun. Sebanyak 47 saham naik, 115 saham turun dan 59 saham stagnan.
Saham-saham yang mengalami kenaikan harga di top gainer antara lain Indosat 9ISAT) naik Rp 300 ke Rp 5.350, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 25.050, Matahari Dept Store (LPPF) naik Rp 200 ke Rp 1.800, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 34.000, Astra International (AASII) naik Rp 150 ke Rp 35.700.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 650 ke Rp 13.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 23.100, Goodyear (GDYR) turun Rp 100 ke Rp 9.600, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 ke Rp 2.775.
(dro/qom)











































