Incar 6,42% Saham PP, Jamsostek Siapkan Dana Rp 200 Miliar

Incar 6,42% Saham PP, Jamsostek Siapkan Dana Rp 200 Miliar

- detikFinance
Jumat, 15 Jan 2010 14:55 WIB
Incar 6,42% Saham PP, Jamsostek Siapkan Dana Rp 200 Miliar
Jakarta - PT Jaminan Tenaga Kerja (Jamsostek) berencana membeli 6,42% saham baru yang diterbitkan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) melalui Initial Public Offering (IPO). Dana yang disiapkan Jamsostek sebesar Rp 100-200 miliar.

Menurut Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga, perseroan berkomitmen akan membeli saham PP pada saat listing perdana di lantai bursa pada 8 Februari 2010 mendatang. Dana yang disiapkan Jamsostek maksimal sebesar Rp 200 miliar.

PP rencananya akan melepas 21,4% saham kepada publik. Sisanya 51% tetap dimiliki pemerintah, melalui kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dan kepemilikan lain digenggam oleh karyawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk PP, sekitar Rp 100-200 miliar," katanya yang ditemui di kantor Bapepam-LK Departemen Keuangan Lapangan Banteng Jakarta Jumat (15/1/2010).

Ia menambahkan, Jamsostek tetap berkomitmen untuk membeli saham-saham BUMN yang listing di tahun 2010. Namun untuk besaran tiap-tiap saham, tidaklah sama. Jamsostek tetap mengacu pada tingkat imbal hasil yang menarik.

"Intinya, kita akan masuk ke semua BUMN. Utamanya saham kemudian obligasi, namun syarat utama adalah timbal balik yang menarik," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Investasi Jamsostek Elvyn Massasya mengatakan bahwa perseroan akan mengambil sebagian porsi saham PP yang akan melantai di BEI. Porsi maksimal yang dianggarkan adalah 30% dari yang ditawarkan ke pulbik. Ini setara dengan 6,42% dari total saham yang dicatatkan.

"Kita maksimal 20-30% dari yang ditawarkan," paparnya.

Sementara target dana kelolaan yang dianggarkan untuk investasi di tahun 2010, Jamsostek tela menyiapkan Rp 90 triliun. Porsi investasi saham meningkat, dari tahun lalu 16% menjadi 20% di 2010. Obligasi menjadi investasi yang terbesar, dengan porsi 50%, sementara sisanya berupa deposito 30%.

"Untuk investasi langsung, saya ingat angkanya Rp 8,09 miliar," imbuh Hotbonar.


(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads