Menurut Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga, perseroan berkomitmen akan membeli saham PP pada saat listing perdana di lantai bursa pada 8 Februari 2010 mendatang. Dana yang disiapkan Jamsostek maksimal sebesar Rp 200 miliar.
PP rencananya akan melepas 21,4% saham kepada publik. Sisanya 51% tetap dimiliki pemerintah, melalui kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dan kepemilikan lain digenggam oleh karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, Jamsostek tetap berkomitmen untuk membeli saham-saham BUMN yang listing di tahun 2010. Namun untuk besaran tiap-tiap saham, tidaklah sama. Jamsostek tetap mengacu pada tingkat imbal hasil yang menarik.
"Intinya, kita akan masuk ke semua BUMN. Utamanya saham kemudian obligasi, namun syarat utama adalah timbal balik yang menarik," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Investasi Jamsostek Elvyn Massasya mengatakan bahwa perseroan akan mengambil sebagian porsi saham PP yang akan melantai di BEI. Porsi maksimal yang dianggarkan adalah 30% dari yang ditawarkan ke pulbik. Ini setara dengan 6,42% dari total saham yang dicatatkan.
"Kita maksimal 20-30% dari yang ditawarkan," paparnya.
Sementara target dana kelolaan yang dianggarkan untuk investasi di tahun 2010, Jamsostek tela menyiapkan Rp 90 triliun. Porsi investasi saham meningkat, dari tahun lalu 16% menjadi 20% di 2010. Obligasi menjadi investasi yang terbesar, dengan porsi 50%, sementara sisanya berupa deposito 30%.
"Untuk investasi langsung, saya ingat angkanya Rp 8,09 miliar," imbuh Hotbonar.
(wep/dro)











































