Selisih Kurs Ganggu Laba BUMN Telekomunikasi

Selisih Kurs Ganggu Laba BUMN Telekomunikasi

- detikFinance
Jumat, 15 Jan 2010 16:45 WIB
Selisih Kurs Ganggu Laba BUMN Telekomunikasi
Jakarta - Selisih kurs berpotensi mengganggu target perolehan laba di BUMN sektor industri telekomunikasi di tahun 2010. Selisih kurs bisa menyebabkan kerugian maupun keuntungan.

"Problemnya, untung kurs itu bisa kena pajak. Itu mengganggu kas perusahaan karena harus bayar padahal cash-nya tidak ada," kata Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu di ruang kerjanya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/1/2010).

Menurut Said, jika penghitungan kurs tersebut memakai acuan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2010 sebesar Rp 10.000 maka itu menjadi titik rawan bagi target perolehan laba bersih tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang kan dolar sudah jauh di bawah itu," imbuhnya.

Hingga penghujung tahun 2010, BUMN telekomunikasi ditargetkan bisa meraup laba bersih sebanyak Rp 12,21 triliun, naik sebanyak 30,9 persen dari proyeksi raupan laba bersih tahun 2009 sebesar Rp 9,33 triliun.

Ia mengaku optimistis target tersebut bisa tercapai, menurutnya, kualitas produk dan pelayanan BUMN telekomunikasi masih bisa bersaing dengan baik di tahun 2010 ini. Perang tarif yang selama ini sengit berlangsung juga diperkirakan tidak akan mempengaruhi pengejaran target laba tersebut.

"Pengguna telepon tidak lagi melihat tarif, tapi kemudahan berkomunikasi. Kalau BUMN itu kualitasnya dijamin," ujarnya.

Ia mengatakan, target perolehan laba tersebut mayoritas didominasi oleh PT Telkom (Persero) Tbk sebagai penyumbang terbesar. Perusahaan plat merah lain yang masuk dalam industri telekomunikasi adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI).

Sementara belanja modal alias capital expenditure (capex) BUMN telekomunikasi di tahun 2010 mencapai Rp 20,7 triliun, naik 61,1 persen dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp 12,85 triliun. Menurut Said, capex mayoritas dari nilai capex tersebut akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan.

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads