IHSG dibuka turun 2 poin ke level 2.645,442 dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.647,782. Tekanan jual yang menguasai lantai bursa di awal perdagangan dan sempat menjatuhkan IHSG ke level 2.629,908.
Namun seiring dengan masuknya aksi beli, IHSG perlahan-lahan terangkat hingga sempat menyentuh zona positif dengan titik tertinggi di level 2.648,924. Sayangnya, tekanan jual masih belum mampu dihadang oleh para pembeli, sehingga gerak IHSG akhirnya jatuh ke zona negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Senin (18/1/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 9,064 poin (0,34%) ke level 2.638,026. Indeks LQ 45 turun 2,245 poin (0,43%) ke level 518,878.
Bursa-bursa regional Asia juga didominasi koreksi:
- Indeks Shanghai turun 3,63 poin (0,11%) ke level 3.220,52.
- Indeks Hang Seng turun 71,72 poin (0,33%) ke level 21.582,44.
- Indeks Nikkei-225 turun 148,55 poin (1,35%) ke level 10.833,55.
- Indeks Straits Times naik 9,15 poin (0,31%) ke level 2.917,57.
Perdagangan berjalan agak lambat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 39.673 kali pada volume 4,237 miliar saham senilai Rp 1,368 triliun. Sebanyak 52 saham naik, 111 saham turun dan 58 saham stagnan.
Saham-saham yang mengalami kenaikan harga dan berada di jajaran top gainer antara lain: Indosat (ISAT) naik Rp 200 ke Rp 5.650, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 100 ke Rp 6.500, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 50 ke Rp 17.900, Hexindo (HEXA) naik Rp 50 ke Rp 3.725, BRI (BBRI) naik Rp 50 ke Rp 7.850, Unilever (UNVR) naik Rp 50 ke Rp 11.050.
Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan harga dan berada di jajaran top loser antara lain: HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 13.600, United Tractors (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 18.250, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 34.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 150 ke Rp 9.300, Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 13.650, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 36.100.
(dro/qom)











































