Menurut Corporate Secretary WIKA Natal Argawan Pardede, target order di tahun ini yang sebesar Rp 20,82 triliun meningkat 21,1% dari sebelumnya Rp 17,19 triliun.
"Perolehan total kontrak baru sebesar Rp 10,09 triliun, 64% diperoleh dari proyek-proyek pemerintah dan BUMN (Badan Umum Milik Negara). Sisanya diperoleh dari swasta," kata Natal dalam media gathering di Setiabudi One Jalan HR Rasuna Said Jakarta Senin (18/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor konstruksi, akan memberi kontribusi terbesar dalam perolehan nilai kontrak baru perseroan. Nilainya mencapai Rp 7,22 triliun. Konstruksi yang dimaksud antara lain general contruction, builiding contruction, dan mechanical/electrical, energy. Sektor non konstruksi seperti industri beton pracetak, realty/property serta industri dan perdagangan, ditargetkan memperolah kontrak baru mencapai Rp 2,87 triliun.
Sementara itu, belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun ini mencapai Rp 412,6 miliar. Komposisinya akan dipergunakan sebagai pengembangan investasi aset tetap Rp 118 miliar, dan sisanya Rp 294 miliar untuk pengembangan usaha.
"Capex perseroan naik 28,5% dibanding tahun sebelumnya," jelasnya.
Β
(wep/dro)











































