Demikian disampaikan Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo di Setiabudi One Jalan HR Rasuna Said Jakarta Senin (18/1/2010).
Ia menerangkan, rencana penerbitan ini akan dimasukan dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2010. Dan siap di jalankan jika pendanaan diperlukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Corporate Secretary WIKA Natal Argawan Pardede, dana obligasi ini akan lebih difokuskan untuk penggunaan modal kerja proyek pembangkit listrik.
"Obligasi jadi pendanaan jangka panjang. Jadi kalau kita dapat proyek tiba-tiba berjangka panjang, maka pendanaan kita juga jangka panjang," ujar Natal.
Dirinya mencontohkan bagaimana saat perseroan mendapat proyek pembangkit listrik tenaga disel (PLTD) di Bali, dengan masa pengerjaan 8 tahun. Dengan demikian, dibutuhkan sumber pembiayaan seperti obligasi atau bentuk lain yang berjangka waktu lama.
"Ini hanya antisipasi. Kan sesuai keinginan pemerintah, dalam pengembangan power plan, penyediaan jalan, dan lain-lain," jelasnya.
Sementara itu, WIKA juga sedang melakukan penjajakan untuk membangun asrama haji dan industrial building di Saudi Arabia. Perseroan akan bermitra dengan perusahaan Bin Laden, untuk pembangunan tersebut.
"Kami sedang lakukan penjajakan. Kami akan bangun asrama haji yang merupakan pengembangan yang sudah ada. Kami siapkan dana Rp 1 triliun," paparnya.
WIKA akan mengambil porsi 10-20% dari rencana join dengan grup Bin Laden tersebut.
(wep/dro)










































