SBY Presiden : I USD = Rp 8.000
Senin, 19 Apr 2004 12:44 WIB
Jakarta - Pasar memberi dukungan besar terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ekspektasi pelaku pasar sangat besar. Jika SBY menjadi presiden - siapa pun wapresnya - 1 Dolar AS (USD) dipatok menembus angka Rp 8.000.Ekspektasi besar ini tercermin dari hasil perbincangan detikcom dengan para pelaku pasar, Senin (19/4/2004). Beberapa perusahaan konsultan investasi maupun perusahaan sekuritas yang cukup ternama, jauh-jauh hari sudah berani mematok Rp 8.000/Dolar AS. "Kami yakin itu. Dunia usaha, investor asing mendukung SBY sebagai presiden,"kata seorang pelaku pasar dari sebuah grup besar yang enggan disebutkan namanya.Memang, menurut dia, saat ini dolar sedang menguat. Namun saat SBY dipastikan menjadi presiden, dolar akan terjun bebas. Tidaklah heran jika saat ini semua pelaku pasar mencermati betul perkembangan politik yang terjadi di Indonesia.Pelaku pasar mencermati pasangan Capres - Cawapres yang mulai bergulir dan memanaskan jagad perpolitikan Indonesia. Di pasar modal, pada pekan ini para investor dipastikan akan melakukan konsolidasi terhadap transaksi saham mereka. "Pencalonan capres itu akan berpengaruh terhadap keputusan investasi sehingga mereka mulai mencermati," kata analis Samuel Sekuritas Trevor Jasman di BEJ, Jakarta, Senin (19/4/2004).Menurutnya pergerakan indeks jika melihat dari sentimen makro ekonomi dalam negeri hanya akan bergerak tipis. Namun yang ditakutkan adalah ekonomi global seiring dengan menguatnya dolar AS terhadap mata uang negara lain. Menguatnya dolar, kata dia, hanya akan membuat pasar di Asia terkoreksi karena mata uang mereka mengalami penurunan. Kondisi ini biasanya diikuti dengan switching portofolio, dari saham ke mata uang karena investor melihat peluang di dolar AS semakin kuat.Jadi kapan 1 dolar AS menembus angka Rp 8.000?
(bdi/)











































