Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 19 Jan 2010 09:34 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pada perdagangan kemarin bursa US tutup dalam rangka memperingati hari Martin Luther King Jr. Sementara pada akhir hari perdagangan minggu lalu, indeks S&P 500 (-1.1%) 1,136.03 dan Dow Jones (-0.9%) 10,609.65. Saham-saham yang melemah antara lain Alcoa Inc. (-8.2%), JP Morgan Chase & Co. (-2.2%), Goldman Sach Group Inc. (-5.2%), Bank of America (-3.1%), Intel Corp. (-0.1%), dan Google Inc. (-3.7%).

Regional Pagi: Mayoritas bursa Asia menguat di awal perdagangan Selasa. Bursa Australia bergerak naik dengan dipimpin oleh penguatan pada produsen emas pasca kenaikan di sejumlah futures emas. Newcrest Mining Ltd. (+1%) dan Lihir Gold Ltd. (+1.2%).

Namun, News Corp (-0.6%). Perusahaan mengatakan telah meningkatkan kepemilikan sahamnya di Sky Deutscland AG dari sekitar 40% menjadi di atas 45% senilai 110 juta euro ($ 158 juta). Suncorp-Metway Ltd. (+1.9%), WorleyParsons Ltd. (-1.2%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, bursa Jepang memimpin pelemahan, memperpanjang pelemahan ke 2 sesi berturut-turut seiring merosotnya saham-saham keuangan. Aozora Bank Ltd. (-2.5%), Shinsei Bank Ltd. (-2.4%). Namun, NEC Electronics Corp. (+3.2%) setelah artikel Nikkei business daily mengatakan bahwa perusahaan akan memcatatkan rugi operasional sekitar 8 miliar yen ($88.2 juta) pada October-December. S&P/ASX 200 (+0.2%) 4,922, Nikkei 225 (-0.2%) 10,837, Topix (-0.3%) 954, Kospi (+0.5%) 1,719 STI (+0.2%) 2,917

Commodity: Minyak mentah naik setelah ramalan Cina akan menaikkan impornya dan Qatar memastikan tidak akan menaikkan produksi tahun ini. Minyak naik untuk pertama kalinya dalam 6 hari terakhir setelah Menteri Energi Qatar mengatakan bahwa OPEC tidak akan menaikkan produksinya di tahun 2010 ini, karena persediaan untuk pasar masih cukup. Harga minyak untuk pengiriman bulan Februari naik (+0,5%) ke US$78.42 per barel. Crude Oil (+0.6%) $78.4/bbl, Gold (+0.4%) $1.139/oz, CPO (-1.4%) 2.469 RM/MT, Nickel (+1.6%) $18.890/MT, Tin (-0.6%) $18.000/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Tambahan Belanja Sulit Dorong PDB

Rencana penambahan belanja anggaran yang berakibat pada pelebaran defisit APBN-P 2010 menjadi 2,2% .PDB diperkirakan tak akan mendorong pertumbuhan ekonomi jika masalah penyerapan belanja tidak diatasi. Ekonom Standard Chartered BI meyakini pembengkakan defisit tidak akan mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi karena pemerintah selalu memiliki permasalahan dalam hal penyerapan belanja anggaran.

Economic: Kurs Bea Masuk Rp9.174,4/US$

Kurs rupiah sebagai dasar pelunasan bea masuk periode 18-24 Januari 2010 ditetapkan Rp9.174,40 atau menguat dibandingkan dengan pekan sebelumnya Rp9.287,00/US$. Penetapan kurs ini berdasarkan  Keputusan Menkeu No.24/KM.1/2010 pada 18 Januari 2010 dan berlaku sebagai dasar pelunasan  bea masuk, PPn barang dan jasa, PPN BM, pajak ekspor, dan pajak penghasilan.

Banking: BI Kaji Penerepan Exit Policy

BI mengkaji kemungkinan mencabut kebijakan persyaratan CAR minimal untuk memperoleh FPJP. Kajian ini dikaitkan dengan kondisi makro termasuk masalah krisis sebagai bagian dari kebijakan exit policy, ungkap Deputi Gubernur Senior BI. Menurutnya penurunan syarat modal minimal sebagai bagian dari respon krisis BI saat itu. Seiring dengan perbaikan ekonomi dan kondisi di sektor keuangan maka BI berencana mencabut  kebijakan tersebut dan mengembalikan pada kebijakan prakrisis sebagai bagian dari exit policy.

Auto: Penjualan Mobil 2009 Turun 20%

Penjualan mobil nasional turun 20% pada tahun 2009 dari tahun lalu, namun penurunan tersebut masih lebih  dibandingkan prediksi sebelumnya. Data terbaru dari Gabungan Industri Otomotif Indonesia (Gakindo) menunjukkan penjualan mobil turun menjadi 486.061 unit pada 2009 dari 607.805 pada 2008.

Corporate news

BBCA: Bersama PNBN Pinjami Pertamina US$145 Juta

Dua bank swasta, PT BCA dan PT Pan Indonesia Bank memberi pinjaman sebesar US$145 untuk memenuhi modal kerja PT Pertamina. Keikutsertaan dua bank tersebut merupakan bagian dari sindikasi internasional senilai US$700 juta dengan melibatkan 9 bank. Pinjaman berjangka waktu 5 tahun dengan suku bunga London Interbank Ofered Rate (Libor) plus 3,35%, termasuk spread dan fees.

ELTY: Perpanjang Periode Buyback Saham

ELTY memperpanjang periode buyback saham hingga 3 bulan ke depan. Dengan perpanjangan tersebut, ELTY berniat membeli saham yang ada di pasar hingga maksimal 20% dari modal disetor per 31 Desember 2008. Dana yang diperlukan mencapai Rp 510 miliar.

MLPL: Terancam Gagal Gelar Aksi Korporasi

Rencana MLPL menggelar aksi korporasi berupa reverse stock dan stock split terancam gagal. Hal tersebut dikarenakan perusahaan untuk kedua kalinya tidak dapat menggelar RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana tersebut.

ASII: Astra kuasai 58% pasar otomotif nasional

Penguasaan pasar ASII terhadap pasar mobil di Indonesia sepanjang 2009 meningkat 6% menjadi 58% dibandingkan dengan pangsa pasar pada 2008 yang mencapai 52%. Laporan penjualan mobil yang dikeluarkan ASII kemarin mengungkapkan bahwa pada tahun lalu total penjualan mobil yang berada di bawah Astra International mencapai 281.031 unit atau menguasai 58% dari total pasar mobil di Indonesia yang mencapai 486.061 unit.

PJAA: Targetkan Pendapatan Rp950 Miliar

PJAA menargetkan pendapatan akhir 2010 mencapai Rp950 miliar. Pendapatan tersebut meningkat 10% dibanding akhir 2009 yang diperkirakan sekitar Rp800 miliar. Jaya Ancol menganggarkan capex tahun ini sebesar Rp520,9 miliar. Perseroan akan menggunakan dana capex untuk mengembangkan fasilitas dan kawasan wisata. Jaya Ancol berencana membuat wahana baru free fall di kawasan Dufan. Wahana baru itu diperkirakan menelan biaya Rp30 miliar dan ditargetkan beroperasi pada Mei 2010.

BWPT: Siapkan Investasi Pabrik Rp90 Miliar

BWPT menyiapkan dana senilai Rp90 miliar untuk membangun pabrik kelapa sawit berkapasitas 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Pabrik Kelapa Sawit akan dibangun 4Q10. Biaya pembangunan pabrik diambil dari capex tahun ini yang mencapai Rp350 miliar. Pembangunan Pabrik tersebut bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan volume TBS tahun ini.

BBTN: Siap Lunasi Obligasi Rp750 Miliar

BBTN akan melunasi pokok dan kupon obligasi jatuh tempo senilai Rp751,9 miliar. Pembiayaan surat utang jatuh tempo berasal dari dana yang ditempatkan pada SBI. Berasarkan perhitungan BEI, nilai obligasi korporasi yang jatuh tempo tahun ini sebesar Rp11,67 triliun.

PGAS: Jaksa tuding IPO Gas Negara pakai suap

Proses initial public offering (IPO) PGAS (Persero) diduga melibatkan uang suap Rp1,6 miliar kepada anggota DPR periode 1999-2004 guna memuluskan aksi penawaran saham perdana itu pada 2003.

SMRA: Cari Pinjaman Rp 560 Miliar

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencari pinjaman hingga Rp 560 miliar guna memenuhi anggaran belanja modal (capex) senilai Rp 800 miliar. Terkait rencana tersebut, perusahaan telah menjajaki beberapa bank untuk meraih pinjaman. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk ekspansi usaha di tahun ini, seperti pembangunan Mal Serpong.

CPRO: Suspensi Dicabut

Bursa Efek Indonesia akhirnya mencabut penghentian sementara perdagangan, atau suspensi, saham CPRO terhitung mulai hari ini, Selasa (19/1). Pencabutan dilakukan setelah manajemen CPRO memberi penjelasan kepada BEI tentang penyelesaian gagal bayar bunga obligasi perseroan sebesar US$17,9 juta.

Rumor

Harga saham PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) berpotensi menuju level Rp150 dalam jangka pendek maupun menengah. Perseroan dikabarkan menjalin kerja sama operasi dengan produsen batubara di Kalsel. Isu yang beredar dipasar soal rencana India's National Thermal Power Corp yang ingin masuk menjadi pemegang saham perseroan juga akan menjadi momentum kenaikan harga KARK.

Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berpeluang menuju Rp3.000 dalam jangka pendek. Perseroan dikabrakan bakal menggelar aksi korporasi dalam waktu dekat. Perseroan telah mengajukan rencana tersebut kepada otoritas pasar modal. Kenaikan harga emas dan rencana perseroan membeli saham Freeport juga bakal berdampak positif.

Technical Picks

  • BBNI (1960) – BUY
  • BSDE (850) – BUY
  • ASII (36.000) – SELL
  • UNSP (640) – SELL.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads