Menurut Presiden Director PT Indo Premier Securities, Alpino Kianjaya, pencanangan target ini tidak lepas dari banyaknya nasabah perseroan dari kalangan retail. Dan pada tahun ini, momentum peningkatan jumlah nasabah retail melalui layanan online trading, akan semakin pesat, sejak pertama kali Indo Premier menerapkannya di tahun 2007.
"Target kami bisa mencapai 50 ribu nasabah di tahun 2010 ini," ujar Alpino saat ditemui di hotel Nikko Jalan MH Thamrin Jakarta Selasa (19/1/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum layanan online trading, jumlah nasabah kami hanya 500 nasabah, dengan frekuensi 1.100 transaksi per hari," katanya.
Menurutnya, layanan online trading akan semakin diminati investor. Dengan tingkat kepercayaan yang tinggi, wajar saja jika sistem real time trading menjadi pemicu peningkatan nilai ataupun jumlah transaksi.
"Online dapat lebih transparan, cash flow lebih transparang, dengan tingkat dispute yang minim. Jauh lebih visible," Jelas Alpino.
Masih banyak peluang untuk menjaring lebih banyak nasabah di lini ini. Untuk itu, dirinya menyambut baik saat semakin banyak sekuritas yang menerapkan layanan onlien trading. Hingga pada saatnya nanti, lanjutnya, nasabah online akan memegang kendali perdagangan pasar modal di Indonesia.
Saat ini, investor yang berperan di pasar modal berasal dari luar negeri. Mereka lebih banyak berinvestasi melalui agen penjual dari masing-masing sekuritas. Tentu dengan nilai transaksi yang sangat besar. Hingga muncul kekhawatiran, saat investor asing menarik dana mereka, maka pasar modal Indonesia akan terpuruk.
"Yang penting kan (pasar modal) value, bukan transaksi. Kalau investor asing lari, kita tidak pusing. Karena domestik akan pegang peranan. Untuk itu online trading dibutuhkan," tambahnya.
Tambah Kantor Cabang
Demi menjaga peningkat jumlah nasabah, Indo Premier siap menambah kantor cabang, yang dikonsentrasikan di wilayah luar pulau Jawa. Saat ini, perseroan memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di wilayah Jakarta (BSD dan Kelapa Gading), Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makasar.
"Kita akan tambah, mungkin di Pontianak dan beberapa kota lain. Juga penambahan di pojok bursa di kampus-kampus. Undip (Univesitas Diponegoro, Semarang) kita sudah ada. Kita akan tambah lagi," papar Alpino.
Kantor cabang lebih banyak difungsikan sebagai prasarana perdagangan bagi para nasabah. Dengan infrastruktur yang disiapkan, nasabah perseroan dalam melakukan trading di tiap cabang.
Calon nasabah juga berkesempatan mencoba layanan software engine, dengan masa trial 30 hari. Namun dalam masa uji coba, calon nasabah hanya dapat melihat jalannya transaksi, tanpa bisa melalukan perdagangan. Perangkat lunak ini dapat didownload, dan diaplikasikan pada tiap unit komputer.
"Nanti akan disajikan market realtime info. Kita dapat memonitor perdagangan yang Indo Premier miliki," imbuhnya.
(wep/qom)











































