"Kita semua kaget, karena pekan lalu pak Michael masih terlihat sehat," ujar Corporate Secretary ASII, Aminuddin saat dihubungi detikFinance, Rabu (20/1/2010).
Menurut pengakuan Aminuddin, pada pekan lalu, almarhum Michael masih bekerja seperti biasa tanpa terlihat ada tanda-tanda sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun rupanya, pada hari Sabtu (16/1/2010) sore, mendadak almarhum Michael dilarikan ke rumah sakit Medistra, Tebet.
"Menurut penuturan keluarga, beliau tiba-tiba merasakan pusing di kepala yang cukup keras. Oleh sebab itu langsung dilarikan ke Medistra pada Sabtu sore," ujarnya.
Sayangnya, lanjut Aminuddin, kondisi tak kunjung membaik. Oleh sebab itu pada hari Senin (18/1/2010) pagi, keluarga memutuskan membawa almarhum Michael ke rumah sakit Mount Elizabeth di Singapura.
"Beliau mulai dirawat di Singapura sejak Senin pagi," tuturnya.
Menurut Aminuddin, kondisi almarhum Michael sempat membaik. "Tekanan darah sudah 100-110, kemudian oksigen dalam darah juga sudah 200. Namun rupanya, kemudian menurun, sampai akhirnya beliau wafat," ujar Aminuddin.
Aminuddin mengatakan, secara umum penyakit utama yang diderita almarhum Michael adalah Demam Berdarah akut, meskipun ada komplikasi dengan penyakit lainnya seperti Diabetes.
"Utamanya karena Demam Berdarah itu. Kita tidak tahu persis sejak kapan Demam Berdarah ini menyerang beliau, karena pekan lalu beliau masih berkerja normal. Namun menurut keterangan dokter, Demam Berdarah yang dialami beliau telat penanganan," ujarnya.
Michael wafat sekitar pukul 07.08 waktu Singapura atau sekitar pukul 06.08 WIB di rumah sakit Mount Elizabeth. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jln. Taman Patra IX No. 9, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, setelah tiba dari bandar Halim Perdana Kusumah pada pukul 14.30 WIB. Jenazah Michael akan dimakamkan di San Diego Hills pada Kamis (21/1/2010).
Michael, kelahiran Bandung, 29 November 1953, memulai karir di Astra sejak tahun 1983 dan mulai menjabat sebagai Presiden Direktur PT Astra International Tbk sejak Mei 2005. Almarhum meninggalkan seorang isteri bernama Trisni Puspitaningtyas serta 2 orang anak bernama Gisela Deamanda Prasadhistika dan Mayongga Gilang Pragiwaksana.
(dro/qom)











































