Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Bhakti Securities Wito Mailoa di sela-sela peluncuran layanan online trading PT Bhakti Securities di MNC Tower Jalan Kebun Sirih Jakarta Rabu (20/1/2010).
"Target ini diyakini dapat tercapai dengan melihat potensi yang masih terbuka luas dari jasa layanan produk online trading dari perusahaan efek yang secara terus menerus meningkat," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Market share kita 1%, dengan value transaksi Rp 16,5 triliun per tahun. Ini akan jadi dua kalinya. Ini didukung oleh bertambahnya 5.000 investor online trading," jelasnya.
Pada tahun 2009, jumlah investor online trading menyumbang 12% dari value transaksi dan 25% dari frekuensi transaksi. Jika dibandingkan negara lain di Asia, porsi ini masih relatif rendah dari jumlah penduduk dan potensial pasar untuk retail investor.
Saat ini, investor yang menjadi nasabah Bhakti berjumlah 3.000 user. Dengan porsi tebesar pada nasabah ritel. Jumlahnya mencapai 90%. Sisanya 10% adalah nasabah institusi. " Tahun ini saya akan targetkan bertambah 5.000 investor baru dari sektor online trading," imbuhnya.
Alokasi dana yang disiapkan perseroan dalam pengembangan layanan online trading, sebesar Rp 7-8 miliar. Dana yang terpakai masih Rp 2-2,5 miliar. Jika perlu, alokasi dana akan bertambah, seiring dengan penambahan fitur. Fitur baru tentu digunakan untuk kebutuhan investor agar lebih memudahkan (user friendly).
(wep/qom)











































