Demikian dikatakan oleh Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di sela acara Outlook Ekonomi, Perbankan dan Properti Indonesia 2010 di Menara BTN, Jakarta, Rabu (20/01/2010).
"Tahun 2010, kita mempunyai berbagai rencana, yang pertama yakni penerbitan emisi obligasi dan sekuritisasi aset melalui KIK-EBA III senilai Rp 750 miliar hingga Rp 1
triliun," ujar Iqbal.
Iqbal mengatakan waktu penerbitannya masih dibicarakan lebih lanjut dalam RUPS, namun Ia melihat di semester I-2010 peluangnya cukup baik.
"Kita melihat semester I ini peluangnya lebih baik dibandingkan dengan semester II," tuturnya.
KIK EBA tersebut, menurut Iqbal, dilakukan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki masalah pendanaan kredit perumahan di BTN. "Sekuritisasi itu kan lebih untuk mengatasi masalah majority missmatch , karena kredit melalui KPR tersebut dana baru bisa kembali 15 tahun kemudian," ungkapnya.
Lebih lanjut Iqbal mengatakan, ekspansi kredit BTN tahun ini diperkirakan akan mencapai Rp 20 triliun. Tahun 2009 outstanding kredit BTN telah mencapai Rp 40 triliun.Β
"Pertumbuhan kredit BTN memang lebih tinggi dari industri perbankan nasional. BTN menargetkan kredit tumbuh hingga 27%-28%," tambahnya.
Selain KIK-EBA, Iqbal mengatakan BTN juga berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1-2 triliun.
(dru/dnl)











































