Mengawali perdagangan, IHSG terus bergerak positif hingga penutupan sesi I. IHSG dibuka pada level 2.666,071 dan sempat mencapai titik tertingginya di 2,689,775.
Namun memasuki sesi II, IHSG secara perlahan mulai tergerus. IHSG bolak-balik ke teritori negatif menjelang penutupan perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Bursa Hong Kong dan China ditutup merosot tajam akibat melemahnya saham-saham sektor perbankan menyusul ketidakpastian seputar kebijakan moneter China. Bursa-bursa regional lain pun ikut tergerus.
- Indeks Hang Seng melemah 391,81 poin (1,81%) ke level 21.286,17.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 95,02 poin (2,93%) ke level 3.151,85.
- Indeks Nikkei-225 melemah 27,38 poin (0,25%) ke level 10.737,52.
- Indeks Straits Times melemah 17,08 poin ke level 2.895,84.
Perdagangan berjalan cukup ramai, dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 91.776 kali pada volume 4.292 juta lembar saham senilai Rp 4,569 triliun. Sebanyak 64 saham naik, 114 saham turun dan 61 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat harganya di top gainer antara lain Bank Danamon (BDMN) naik Rp 300 menjadi Rp 5.400, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 150 menjadi Rp 8.000, BCA (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 5.050, Holchim Indonesia (SMCB) naik Rp 50 menjadi Rp 1.710, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 9.500.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 35.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 350 menjadi Rp 18.350, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 8,100, Indocement (INTP) turun Rp 100 menjadi Rp 13.800.
(qom/qom)











































