Pasalnya, dengan mulai diberlakukannya AC-FTA, industri baja nasional diperkirakan akan terkena dampak negatif.
Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, pemantauan pergerakan pasar tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan dari sejak diberlakukannya AC-FTA
"Tidak mungkin kan kalau memantau hanya satu triwulan saja. Kita upayakan mereka untuk mengamati perkembangan AC-FTA ini paling tidak satu semester," katanya usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2010).
Rencananya BUMN baja itu bakal melepas kepemilikan sahamnya di semester I-2010. Dengan adanya permintaan untuk mengamati perkembangan pasar tersebut maka kemungkinan IPO Krakatau Steel baru bisa digelar di semester kedua 2010.
"Mereka harus tahu perkembangannya, apakah ada penurunan atau malah bertahan," ujarnya.
Menurutnya, dengan mengetahui perkembangan pasar, perusahaan pelat merah itu bisa meningkatkan tingkat kompetisinya baik di dalam negeri maupun luar negeri.
"Kalau competitiveness mereka sudah naik kita harapkan ada peluang yang baik untuk IPO," ujarnya.
(ang/dnl)











































