Pengakuan ini terlontar dari Azmal Arip, salah satu sekuriti Astra, yang berjaga di kediaman Michael di Jalan Taman Patra IX No. 9 Kuningan Timur Jakarta.
Ia mengenang sosok Michael sebagai orang yang low profile. Saat perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus, Michael memberi penghormatan kepada seluruh karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ngga tahu lagi, saya kehilangan banget. Wah pokoknya," tambahnya.
Kenangan yang sama ujar diungkap Corporate Communication ASII, Yulian Warman. "Saya tidak melupakan bapak sebagai seorang yang pekerja keras, dan mengucap terima kasih, setelah tim bekerja dengan sukses," katanya.
Yulian juga sempat menunjukkan pesan singkat Michael kepada dirinya dan jajaran direksi lainnya. Pesan singkat dikirim usai Michael.Β Berikut petikannya:
"Terima kasih atas koordinasi dan supportnya,
Salam Hangat,
Michael D. Ruslim"
"SMS dikirim pada 14 Januari 2009, pukul 20.28 WIB, usai acara. Biasanya bapak kirim sewaktu di mobil," jelasnya.
Yulian sempat mebeberkan kronologi menurunnya kondisi kesehatan Michael. Sewaktu Sabtu (15/1/2010) dini hari, Micheal drop. Kemudian langsung dibawa ke RS Medistra. Setelah diperiksa, ternyata jumlah trombosit orang nomor satu ini jauh menurun.
"Trombositnya sempat 2.000 sampai 5.000. Setelah dibawa ke Singapura, trombosit membaik menjadi sekitar 30 ribu - 47 ribu, sebelum drop kembali," ungkapnya.
Michael wafat sekitar pukul 07.08 waktu Singapura atau sekitar pukul 06.08 WIB di rumah sakit Mount Elizabeth. Michael sempat didiagnosa demam berdarah, namun kondisinya terus memburuk sebelum akhirnya keluarga memutuskan membawa Michael ke RS Mount Elizabeth, Singapura.
Menurut Corporate Secretary Astra, Aminuddin mengatakan, secara umum penyakit utama yang diderita almarhum Michael adalah Demam Berdarah akut, meskipun ada komplikasi dengan penyakit lainnya seperti Diabetes.
Michael dilarikan ke RS Medistra, Tebet pada pada hari Sabtu (16/1/2010) sore setelah tiba-tiba merasakan pusing di kepala yang cukup keras.
Sayangnya, lanjut Aminuddin, kondisi tak kunjung membaik. Oleh sebab itu pada hari Senin (18/1/2010) pagi, keluarga memutuskan membawa almarhum Michael ke rumah sakit Mount Elizabeth di Singapura.
(wep/qom)











































