Pada perdagangan Kamis (21/1/2010), rupiah dibuka menguat tipis ke 9.320 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9,330 per dolar AS.
Di pasar global, dolar AS kembali menguat atas dua rivalnya, euro dan yen. Euro melemah karena data survei bisnis yang melemah dari Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis mengatakan, pasar kini sedang fokus pada keputusan China untuk membatasi kredit guna mencegah perekonomian yang 'kepanasan'. Keputusan itu dikhawatirkan bisa mengganggu proses pemulihan ekonomi.
"Dampak dari pengetatan kebijakan China memberikan kekhawatiran pelemahan pertumbuhan ekonomi di pasar. Namun dalam jangka menengah, kami kira hal ini akan membantu menstabilkan pertumbuhan dan mencegah guncangan yang cepat," ujar Camilla Sutton, analis dari Scotia Capital seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)










































