ATM Dibobol Maling, Saham Bank Rontok

ATM Dibobol Maling, Saham Bank Rontok

- detikFinance
Kamis, 21 Jan 2010 11:11 WIB
ATM Dibobol Maling, Saham Bank Rontok
Jakarta - Sejumlah saham bank yang terkena pembobolan ATM ikut terkena imbas dan mengalami koreksi cukup besar pada perdagangan hari ini. Indeks saham-saham sektor keuangan jatuh paling tajam ketimbang indeks sektoral lainnya.

Sejumlah mesin ATM milik 6 bank menjadi sasaran kejahatan, yakni milik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Permata Tbk (BNLI) dan PT Bank International Indonesia Tbk (BNII).

Para nasabah 6 bank tersebut melaporkan kehilangan dananya yang ditempatkan di rekening. Rupanya, para pelaku kejahatan berhasil melakukan duplikasi identitas rahasia berikut personal indentification number (PIN) milik nasabah. Padahal, data ini seharusnya hanya diketahui pihak bank.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini belum diketahui berapa jumlah kerugian yang diderita masing-masing bank akibat kejahatan ini. Namun, masing-masing bank menjamin akan mengganti seluruh kerugian yang diderita nasabah, sesuai yang diinstruksikan oleh Bank Indonesia (BI).

Kendati demikian, harga saham-saham sektor perbankan ikutan terkena imbas, terutama pada saham-saham bank yang terkena pembobolan ATM. Pada perdagangan Kamis (21/1/2010) sekitar pukul 10.30 waktu JATS, saham BBCA kini bertengger di level Rp 4.975 per saham, turun Rp 75 (1,48%). Saham BMRI anjlok 125 (2,57%) ke level Rp 4.725 per saham. Saham BBNI bertengger di harga Rp 1.980, tidak berubah dari harga penutupan kemarin, akan tetapi sempat jatuh ke level Rp 1.960 per saham.

Saham BBRI anjlok 200 (2,46%) ke level Rp 7.900, setelah sempat jatuh ke level Rp 7.850. Saham BNLI dan BNII masih stagnan di harga penutupan kemarin, masing-masing di level Rp 900 dan Rp 315. Kedua saham yang disebut terakhir belum ditransaksikan saham sekali hari ini. Namun terlihat tekanan jual sudah antri di ruang penawaran (offer).

Indeks saham keuangan mengalami rasio penurunan paling tajam ketimbang indeks sektoral lainnya. Indeks saham keuangan sempat anjlok 5,228 (1,63%) ke level 314,092. Sementara IHSG kini berada di level 2.644,548, anjlok 22,718 poin (0,85%), setelah sempat jatuh 29,244 poin (1,09%) ke level 2.638,022.

Kontribusi terbesar kejatuhan level IHSG disebabkan oleh ambruknya saham-saham bank berkapitalisasi besar yang ikut terkena pembobolan ATM. Saham-saham bank lainnya tampak tidak terkena imbas, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik Rp 10 ke Rp 950, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk(BTPN) malah naik Rp 475 (5,94%) ke level Rp 5.250.

Kendati demikian, analis PT Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan, koreksi saham-saham bank tidak begitu memiliki keterkaitan dengan aksi pembobolan ATM 6 bank besar. Menurutnya, koreksi tajam saham-saham bank tak lebih dari koreksi wajar.

"Saya kira tidak berkaitan ya, karena ini kan sifatnya kriminal, bukan berkaitan dengan kinerja keuangan bank-bank tersebut. Koreksi lebih karena harga-harga saham sejak awal tahun naik tanpa ada koreksi yang memadai, jadi saya kira ini koreksi wajar saja," ujarnya saat dihubungi detikFinance, Kamis (21/1/2010).
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads