Sejak awal perdagangan IHSG terus mengalami penurunan. Sepanjang perdagangan, kubu penjual terus menguasai lantai perdagangan tanpa ada perlawanan yang signifikan dari kubu pembeli.
Kejatuhan IHSG terutama dipengaruhi sentimen negatif bursa-bursa regional melanjutkan koreksi tajam bursa Wallstreet sebesar 122,28 (1,14%) ke level 10.603,15 pada perdagangan kemarin. Otoritas moneter China yang memutuskan melakukan pengetatan kredit disinyalir bisa mengganggu pemulihan ekonomi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Kamis (21/1/2010) sesi I, IHSG anjlok 23,916 poin (0,89%) ke level 2.643,350. Indeks LQ 45 juga melemah 5,937 poin (1,12%) ke level 519,562.
Bursa-bursa regional hampir seluruhnya terjebak di teritori negatif, kecuali indeks Nikkei 225 yang masih bertahan di zona positif.
- Indeks Hang Seng merosot 122,91 poin (0,58%) ke level 21.163,26.
- Indeks Nikkei-225 naik 92,20 poin (0,86%) ke level 10.828,20.
- Indeks Straits Times turun 18,15 poin (0,63%) ke level 2.875,03.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 35.831 kali pada volume 1,823 miliar lembar saham senilai Rp 1,582 triliun. Sebanyak 65Β saham naik, 88 saham turun dan 66 saham stagnan.
Saham-saham lain yang berada di jajaran top gainer antara lain : Anker Bir (DLTA) naik Rp 7.000 ke Rp 69.000, BTPN (BTPN) naik Rp 275 (5,75%) ke Rp 5.050, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 24.700, Delta Dunia (DOID) naik Rp 60 ke Rp 1.820, XL Axiata (EXCL) naik Rp 50 ke Rp 2.500.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain : United Tractors (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 17.600, Astra International (ASII) turun Rp 500 ke Rp 35.300, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 7.900, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 ke Rp 4.700, BCA (BBCA) turun Rp 100 ke Rp 3.725, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 50 ke Rp 5.350, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 33.950, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 17.750.
(dro/qom)











































