"Mungkin semester dua," kata Wakil Direktur Utama Pertamina Omar Sjawaldy Anwar saat dihubungi wartawan, Kamis (21/1/2010).
Menurut Anwar, mundurnya rencana penerbitan global bond tersebut sambil menunggu selesainya laporan keuangan Pertamina 2009 yang ditargetkan selesai tanggal 30 Juni mendatang.
"Tergantung laporan keuangan selesai. Sesuai dengan Undang-Undang (UU) Perseroan Terbatas kan laporan keuangan kita harus selesai 30 Juni, tapi diusahakan sebelum 30 Juni," kata Omar.
Omar menambahkan, penerbitan global bond tersebut juga tergantung timing dan kemampuan pasar dalam menyerap permintaan. "Besarnya masih sama. Kita lihat pasar dan timing," tandasnya.
Seperti diketahui, Pertamina tengah mempersiapkan penerbitan obligasi valas US$ 1 miliar sampai US$ 1,5 miliar yang awalnya akan diterbitkan pada semester I-2010. Rencananya hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk menutupi belanja modal (Capital Expenditure /capex) Pertamina sebesar Rp 39 triliun.
(epi/dnl)











































