Pada perdagangan Jumat (22/1/2010), rupiah dibuka merosot ke level 9.400 per dolar AS dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.300 per dolar AS.
Kemerosotan rupiah terjadi seiring menguatnya dolar AS di pasar global. Investor kini kembali memburu 'safe-havens' menyusul rontoknya bursa-bursa utama dunia merespons negatif rencana Presiden Obama membatasi operasional perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor masih merespons negatif rencana China yang berniat meredam penyaluran kreditnya.
"Tingkat inflasi tertinggi dalam kurun waktu lebih dari setahun. Kekhawatiran seputar potensi pengetatan membuat mata uang yang lebih berisiko melemah," ujar Boris Schlossberg, analis dari Global Forex Trading seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































