Bursa Regional Jatuh, IHSG Anjlok 2,17%

Sesi Siang

Bursa Regional Jatuh, IHSG Anjlok 2,17%

- detikFinance
Jumat, 22 Jan 2010 11:45 WIB
Bursa Regional Jatuh, IHSG Anjlok 2,17%
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup anjlok tajam sebesar 57 poin dan jatuh ke bawah level 2.600 mengiringi koreksi tajam seluruh bursa saham di dunia. Tekanan jual investor asing mencapai Rp 840 miliar.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.636,962 sekaligus menjadi level tertinggi sesi I hari ini. Kubu penjual betul-betul menguasai lantai perdagangan. Sesaat setelah dibuka, IHSG langsung melorot ke bawah level psikologis 2.600.

Meskipun sempat terlihat adanya perlawanan beli dari investor-investor lokal, namun tekanan jual massif dari investor asing tak mampu dibendung dan membuat IHSG jatuh lebih dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koreksi terjadi pada seluruh saham sektoral, terutama saham-saham berkapitalisasi besar. Tak ada satu pun saham raksasa yang selamat dari tekanan jual. Koreksi terbesar berasal dari saham-saham sektor tambang, dilanjutkan saham sektor perkebunan.

Indeks saham tambang anjlok 66,430 poin (2,86%) ke level 2.264,327. Indeks saham perkebunan turun 24,874 poin (1,30%) ke level 1.889,504. Indeks saham Miscellenous Industry turun 22,546 poin (3,66%) ke level 593,622.

Kebijakan presiden AS Barrack Obama yang melarang perbankan di AS memiliki hedge fund membuat investor-investor asing memutuskan menarik dananya guna melakukan konsolidasi lebih lanjut terhadap dampak kebijakan tersebut ke depannya. Kebijakan tersebut dikeluarkan selang beberapa hari setelah China memutuskan melakukan pengetatan kreditnya yang disinyalir bisa berdampak pada seretnya likuiditas di kawasan Asia.

Duet kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, sehingga para investor global memutuskan melakukan langkah antisipatif dengan menarik dana segar.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual yang cukup besar. Transaksi jual asing tercatat sebesar Rp 840 miliar, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 285 miliar. Nilai transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 555 miliar.

Pada perdagangan Jumat (22/1/2010) sesi I, IHSG anjlok 57,272 poin (2,17%) ke level 2.581,110. Indeks LQ 45 anjlok 12,771 poin (2,46%) ke level 505,642.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami koreksi di atas 2%.

  • Indeks Shanghai anjlok 69,68 poin (2,21%) ke level 3.089,19.
  • Indeks Hang Seng anjlok 547,35 poin (2,62%) ke level 20.315,48.
  • Indeks Nikkei-225 anjlok 322,15 poin (2,96%) ke level 10.546,26.
  • Indeks Straits Times anjlok 57,77 poin (2,03%) ke level 2.793,21.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 41.686 kali pada volume 2,195 miliar lembar saham senilai Rp 2,152 triliun. Sebanyak 20 saham naik, 159 saham turun dan 41 saham stagnan.

Saham-saham lain yang berada di jajaran top gainer antara lain : Bhakti Investama (BHIT) naik Rp 30 ke Rp 285, Jaya Konstruksi (JKON) naik Rp 20 ke Rp 600, Tifico (TFCO) naik Rp 25 ke Rp 375, Bumi Tekno (BTEK) naik Rp 7 ke Rp 104, Bayu Buana (BAYU) naik Rp 3 ke Rp 145.

Sedangkan saham-saham yang berada di jajaran top loser antara lain : Astra International (ASII) turun Rp 1.450 ke Rp 33.800, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 32.250, United Tractors (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 17.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 17.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 23.550, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 13.300, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 24.400, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 125 ke Rp 2.600.

 

 
(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads