Menurut Kepala Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Robinson Simbolon, sinergi peraturan harus terjadi sebelum ASEAN Linkage diterapkan. Selama ini, peraturan pasar modal di masing-masing negara berbeda satu sama lain.
"Semua kan harus disinergi kan. Satu sama lain masih berbeda. Banyak peraturan yang berbeda dan kita sudah terapkan, dan yang lainnya belum. Juga sebaliknya. Plus minusnya ada. Semuanya 'gawe dewe-dewe '," kata Robin saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (22/1/2010).
Sistem legal audit yang berlaku di Indonesia sampai saat ini hanya memperbolehkan emiten diaudit oleh kantor akuntan yang terdaftar di Indonesia. Sehingga saat ada emiten yang mencatatkan sahamnya di pasar modal, atau di salah satu negara di ASEAN, akuntan yang bertindak sebagai auditor harus berada dan terdaftar di negara tersebut.
"Kalau ada yang listing di Singapura, kan auditor kita kerja sama dengan yang ada di sana. Yang seperti itu yang harus disamakan. Secara hukum, Indonesia punya legal audit, yang lain belum," tutur Robin.
"Sistem pelaporan keuangan masing-masing beda. Indonesia 3 tahun, yang lain 2 tahun," tambahnya.
Ia menjelaskan,segala bentuk regulasi masih disetarakan sebelum semuanya wajib berlaku di tahun 2015. "Kita masih punya waktu, untuk konsolidasi secara internal," paparnya.
Menurutnya, sebelum diterapkannya ASEAN Linkage, Indonesia tetap menjadi negara yang potensial untuk berinvestasi. Ini terbukti dengan banyaknya investor asing yang menguasai pasar modal Indonesia.
"Asing sekarang berapa? Lebih besar kan. Ini jadi bukti Indonesia masih bagus," jelasnya.
Pertemuan ASEAN Linkage sebelumnya, sudah dilaksanakan di Indonesia pada Selasa (19/1/2010) lalu. Pembahasan masih seputar persiapan masing-masing negara dalam sistem perdagangan terintegrasi yang dibahas sebelumnya.
"Kalau Menteri Keuangan kan sudah terintegrasi. Perindustian dan Pasar Modal juga nantinya akan terintegrasi," kata Kepala Biro Sektor Keuangan Bapepam-LK Noorahman.
Pembahasan yang juga tidak kalah penting, perihal pemimpin dalam sistem ASEAN Linkage ini. Masih terjadi perdebatan diantara tim di masing-masing negara.
"Sekarang, jika sudah semua, siapa lead-nya. Kan ada yang ngotot, misal Singapura dan Malaisya. Mereka lebih maju dari kita. Kalau Vietnam kan memang belum. Mereka milih di luar dulu. Tapi kalau ada ternyata bagus, mereka masuk," imbuhnya.
(wep/dnl)











































