"IHSG jatuh karena terkena sentimen regional. Pelaku pasar jangan panik," ujar Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (22/1/2010).
Sejak perdagangan kemarin, IHSG mengalami koreksi cukup dalam lantaran terseret sentimen negatif kebijakan moneter China yang melakukan pengetatan kredit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan hari ini, giliran bursa-bursa regional Asia yang mengalami koreksi tajam, rata-rata di atas 2%. Bahkan indeks Nikkei 225 sempat jatuh lebih dari 3%.
Presiden AS Barrack Obama yang juga mengeluarkan kebijakan pengetatan perbankan dengan melarang bank-bank di AS memiliki hedge fund menambah buruk sentimen pasar saham dunia yang sedang khawatir dengan kebijakan pengetatan moneter China.
Duet kebijakan pengetatan moneter dua negara adidaya tersebut membuat investor-investor global memutuskan menarik dana dengan melakukan aksi jual guna melihat dampak kebijakan tersebut dalam jangka pendek.
"Sebenarnya kan hubungan ekspor kita ke China tidak besar. Jadi pengetatan kredit China seharusnya tidak berdampak signifikan pada perekonomian kita. Saya kira ini hanya sentimen negatif yang bersifat temporer, jadi tidak perlu panik," ujar Fuad.
Pada perdagangan Jumat ini, bursa-bursa regional memang berjatuhan mengekor kejatuhan bursa Wall Street sebelumnya. Termasuk IHSG yang pada sesi I anjlok 57,272 poin (2,17%) ke level 2.581,110. Indeks LQ 45 anjlok 12,771 poin (2,46%) ke level 505,642.
(dro/qom)











































