Kenaikan Indeks Terus Berlanjut

Sesi Pertama

Kenaikan Indeks Terus Berlanjut

- detikFinance
Rabu, 21 Apr 2004 12:24 WIB
Jakarta - Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) terus berlanjut. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu (21/4/2004), indeks naik 7,583 poin pada level 818,442. Saham-saham unggulan (bluechip) masih memotori penguatan indeks di level psikologis baru tersebut.Indeks LQ-45 yang memuat 45 saham yang paling aktif diperdagangkan naik 2,751 poin pada level 179,993, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,422 poin pada level 140,234, Indeks Papan Utama (MBX) naik 2,298 poin pada level 222,047 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) naik 1,319 poin pada level 186,411.Perdagangan di pasar reguler pada sesi pertama juga cukup marak dengan frekuensi 12.959 kali pada volume 2,837 juta lot saham senilai Rp 950,767 miliar. Sebanyak 48 saham naik, 50 saham turun dan 291 saham lainnya stagnan.Saham-saham unggulan mendominasi jajaran saham yang mencatat kenaikan harga terbesar (top gainer) di antaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 400 menjadi Rp 6.200, Indosat (ISAT) naik Rp 275 menjadi Rp 4.550, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 menjadi Rp 14.950, Bank BCA (BBCA) naik Rp 150 menjadi Rp 4.025, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 50 menjadi Rp 5.025, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.650 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 1.525.Sedangkan saham-saham yang menderita penurunan harga tertinggi di deretan top loser antara lain Sari Husada (SHDA) turun Rp 2.000 menjadi Rp 18.000, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 menjadi Rp 9.900, Komatsu Indonesia (KOMI) turun Rp 100 menjadi Rp 1.300, Bank BRI (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 1.900 dan Bank Buana Indonesia (BBIA) turun Rp 25 menjadi Rp 625.Pada sesi pertama hari ini, investor masih terus melakukan pembelian saham-saham unggulan karena kenaikan indeks di level baru dianggap masih memberi peluang kepada saham-saham unggulan tersebut untuk menguat lagi.Investor juga optimis kondisi politik hingga pemilihan presiden akan berjalan lancar. Apalagi, capres dan cawapres yagn mulai bergulir saat ini relatif bisa diterima pasar. Selain kondisi politik, masuknya dana asing juga ikut memberi pengaruh terhadap kenaikan indeks. (ani/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads