Pada perdagangan Senin (25/1/2010), rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.370 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.340 per dolar AS.
Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak pekan lalu dan untuk pertama kalinya kembali menembus level 9.300 per dolar AS. Sejumlah sentimen negatif termasuk kebijakan dari China untuk memperketat kredit membuat mata uang regional lainnya juga bertumbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonom BII, Samuel Ringoringo memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang yang lebar di 9.300-9.450 per dolar AS sepanjang pekan ini.
"Rupiah yang memang sudah menguat ke kisaran 9,200 pada awal Januari sedang menghadapi momentum profit taking bersamaan dengan sentimen global tadi. Lagipula, permintaan dollar AS (untuk pembayaran utang maupun kebutuhan impor) biasanya cukup besar pada akhir bulan," urai Samuel.
(qom/qom)











































