Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan BSDE, Senin (25/1/2010).
Pendapatan BSDE hingga akhir 2009 sebesar Rp 1,270 triliun, turun 8,36% dari tahun 2008 sebesar Rp 1,386 triliun. Penurunan pendapatan terutama disebabkan menurunnya pendapatan dari seluruh penjualan properti perseroan kecuali dari sektor perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan dari sektor ruko (rumah toko) tercatat sebesar Rp 40,142 miliar, anjlok 77,18% dari tahun sebelumnya Rp 175,916 miliar. Penjualan dari sektor perkantoran anjlok lebih tajam mencapai 92,25% menjadi Rp 2,61 miliar dari sebelumnya Rp 33,699 miliar.
Hanya penjualan sektor rumah tinggal BSDE yang mengalami kenaikan sebesar 41,41% menjadi Rp 674,936 miliar dari tahun 2008 sebesar Rp 477,265 miliar.
Beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 637,957 miliar, turun 14,3% dari sebelumnya Rp 744,459 miliar. Laba kotor tercatat sebesar Rp 632,634 miliar, turun tipis 1,4% dari sebelumnya Rp 641,651 miliar.
Beban usaha sebesar Rp 176,177 miliar, turun 23,27% dari sebelumnya Rp 229,636 miliar. Penurunan beban usaha berhasil membuat laba usaha tercatat sebesar Rp 456,457 miliar, naik 10,78% dari sebelumnya Rp 412,014 miliar.
Dan setelah dipotong beban lain-lain dan pajak, BSDE mencatat laba bersih sebesar Rp 308,738 miliar di akhir 2009. Laba per saham perseroan sebesar Rp 28,23 per saham.
Β
(dro/qom)











































