Menurut Presiden Direktur BSDE Harry Budi Hartanto, target penjualan tersebut disumbang oleh hunian yang mencapai Rp 1,5 triliun, dan kawasan komersial Rp 500 miliar.
"Kami akan bangun beberapa hunian dan area komersial di tanah 70 ha, dari total 850 ha yang kami kelola," kata Harry di hotel Ritz Calton Kawasan SCBD Jakarta Senin (25/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perseroan akan maksimal pemasaran dari cluster-cluster tersebut," ujarnya.
Dengan target penjualan tersebut, diharapkan perseroan dapat mencatat pertumbuhan pendapatan di tahun 2010. Target pendapatan tahun ini dipatok Rp 2 triliun. Sedangkan laba bersih, harapannya bisa mencapai Rp 360 miliar.
Perseroan juga sedang mempersiapkan satu cluster besar, untuk memenuhi tingkat hunian bagi calon konsumen tingkat atas. Namun, sayang Harry belum bisa menyebut dengan rinci nama dan bentuk cluster besar tersebut.
"Nama cluster belum. Masih finalisasi," paparnya.
Selain itu, Harry juga menyebut bahwa perseroan telah mempersiapkan dana Rp 1 triliun sebagai belanja modal (capex) di tahun 2010. Belanja modal akan dialokasikan guna pembangunan sekitar 70%, dan infrastruktur 20%. Sisanya, berupa pembebasan lahan 10%.
Kontribusi setiap segmen usaha pada pendapatan BSDE didominasi oleh rumah tinggal, sebesar 53%. Sementara sisanya, 47% berasal dari komersial dan industri.
Perseroan juga berencana membangun rusunami dengan nilai investasi Rp 30-40 miliar di triwulan III-2010. Hunian yang ditujukan untuk pekerja di area komersial dan industri wilayah Serpong. "Kita akan mulai bangun di kuartal III. Investasinya Rp 30-40 miliar," kata Harry.
Proyek ini terdiri dari 4-5 lantai ini, dengan 600 unit rusunami yang dibangun di atas lahan seluas 2,5 ha. "Harga jualnya Rp 150-160 juta. Ada sekitar 2-3 tipe, dengan luas masing-masing sekitar 30-40 meter persegi," tambahnya.
Sementara itu, dirinya menegaskan perseroan akan menyambut baik atas wacana kepemilikan properti oleh asing, yang sedang dibahas oleh REI.
"Kita prinsipnya mempersiapkan dua konsep. Yaitu konsep hunian menengah, dan satu lagi town house. Jika memang boleh, kita akan siapkan. Jika diijinkan. Kita akan sambut positif, karena ini tentu berkontribusi terhadap penjualan di Indonesia," paparnya.
Lanjutnya, "Town house nantinya akan ditujukan untuk staf-staf manajeman asing. Bentuknya nanti strata tittle, dan berdiri di area 2-3 ha," imbuhnya.
Β
(wep/dro)