Mengawali perdagangan, IHSG sempat menguat dan menembus level 2.600 yakni di 2.608,74. Namun sesaat kemudian, IHSG terus terpuruk akibat sentimen rontoknya bursa-bursa regional.
Pada perdagangan Selasa (26/1/2010), IHSG ditutup merosot 19,445 poin (0,75%) ke level 2.578,415. Indeks LQ 45 juga melemah 4,469 poin (0,88%) ke level 503,835.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Hang Seng merosot 489,22 poin (2,38%) ke level 20.109,33.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 75,02 poin (2,42%) ke level 3.019,39.
- Indeks Nikkei-225 merosot 187,41 poin (1,78%) ke level 10.325,28.
- Indeks Straits Times merosot 69,07 poin (2,46%) ke level 2.742,64.
- Indeks KOSPI turun 32,86 poin (1,97%) ke level 1.637,34.
Bursa Eropa juga dibuka langsung melemah, dengan indeks FTSE 100 turun 0,62%, DAX 30 Frankfurt turun 0,66% dan CAC 40 Paris turun 0,6%.
Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan transaksi di seluruh pasar hanya 97.117 kali pada volume 4.902 juta lembar saham senilai Rp 4,25 triliun. Sebanyak 50 saham naik, 147 saham turun dan 56 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 menjadi Rp 30.900, Astra International (ASII) naik Rp 450 menjadi Rp 33.850, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 9.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 50 menjadi Rp 16.700.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 menjadi Rp 2.575, BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 7.600, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.600, Indofood (INDF) turun Rp 125 menjadi Rp 3.525.
(qom/qom)











































