Demikian disampaikan Head of Research & Chief Economist, Asia, ING Commercial Banking Tim Condon dalam teleconfrence di kantor ING Securities Indonesia, gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta Selasa (26/1/2010).
Tim mengatakan, ekspektasi investor pada pasar modal di tahun 2010 diperkirakan akan meningkat. Investor akan meningkatkan investasinya sejak kuartal I-2010.
"Investor mempunyai alasan untuk tetap optimis. Indonesia punya daya tarik investasi yang tinggi dan prospek terbaik di Asia, setelah Cina dan India, dilihat dari besarnya perekonomian domestik," tutur Condon.
Tim menambahkan, aliran dana asing (capital inflow) ke pasar modal Indonesia akan terus berlanjut di tahun 2010. Di luar antisipasi perbaikan peringkat indeks Indonesia, dari 137 ke 131 pada kuartal IV-2009, diperkirakan ada peningkatan sentimen pada kondisi ekonomi yang terus tumbuh sepanjang tahun ini.
Sentimen positif ini didukung oleh perbaikan kinerja ekspor dan tingkat belanja dalam negeri yang terus menguat. "Kami perkirakan GDP growth tahun 2010 sebesar 6,1% untuk Indonesia," imbuhnya.
Sampai saat ini, sebagian besar investor memegang portofolio saham (28%). Kemudian disusul oleh sektor konstruksi (25%), real estate (23%), dan informasi dan telekomunikasi (23%).
Di sisi lain, Tim mengatakan, kebijakan moneter Indonesia di 2010 akan diperketat, dan diperkirakan akan mengubah tingkat inflasi ke level yang lebih tinggi. Walaupun di tahun 2009 Indonesia mencatat tingkat inflasi yang rendah, namun inflasi akan kembali naik di kisaran 5-7%.
Dari hasil survei yang dilakukan ING terhadap 3.730 mass-affluent investor dilaporkan, 50% dari investor memperkirakan inflasi akan naik pada kuartal I-2010. Selain itu, suku bunga dalam negeri juga ikut meningkat. Sebanyak 53% investor berpendapat suku bunga akan terjadi pada kuartal berikutnya.
"Para investor diperkirakan akan memperhatikan dengan seksama akan kebijakan moneter yang akan diperketat pada 2010. Walaupun inflasi rendah di 2009, akibat melemahnya harga komoditas, inflasi akan naik di awal 2010 dan tertahan pada 5-7% selama 2010," kata Condon.
Sektor properti dan emas, menurutnya, sebagai dua investasi uang dianggap dapat mengatasi dampak inflasi di kalangan investor di Indonesia.
(wep/dnl)











































