Bursa Wall Street Seret

Bursa Wall Street Seret

- detikFinance
Rabu, 27 Jan 2010 07:07 WIB
Bursa Wall Street Seret
New York - Saham-saham di bursa Wall Street bergerak bergejolak sebelum akhirnya ditutup di teritori negatif. Investor waspada menjelang hasil dari pertemuan Bank Sentral AS.

Bank Sentral AS dalam pertemuannya yang dimulai Selasa (26/1/2010) diperkirakan mempertahankan suku bunga rendahnya. Namun investor menantikan kemungkinan perubahan kebijakan moneter The Fed dan juga ekspektasi suku bunga ke depan.

"Sebagian besar orang memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya. Mereka tidak memperkirakan sebuah pernyataan besar pada saat ini karena Bernanke masih menggantung posisinya," ujar Kenneth Polcari, managing director ICAP Equities seperti dikutip dari Reuters, Rabu (27/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ben Bernanke memang mendapatkan dukungan besar untuk menduduki kembali jabatannya sebagai Gubernur Bank Sentral AS. Namun Senat baru akan melakukan voting pada pekan ini untuk mengkonfirmasi penunjukan oleh presiden Barack Obama itu.

Pada perdagangan Selasa (26/1/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 2,57 poin (0,03%) ke level 10.194,29. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 4,61 poin (0,42%) ke level 1.092,17 dan Nasdaq melemah tipis 7,07 poin (0,32%) ke levl 2.203,73.

Indeks saham di bursa Wall Street bolak balik antara teritori positif dan negatif. Dibuka melemah, indeks selanjutnya menguat setelah data menunjukkan kepercayaan konsumen menguat pada Januari ke titik tertingginya sejak September 2008. Data itu meredakan kekhawatiran akan belanja konsumen.

Namun selanjutnya saham-saham berbalik melemah karena investor memilih untuk menunggu hasil dari pertemuan Bank Sentral AS.

Perdagangan berjalan sangat tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 1,12 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,4 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,63 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads