Bank Sentral AS dalam pertemuannya yang dimulai Selasa (26/1/2010) diperkirakan mempertahankan suku bunga rendahnya. Namun investor menantikan kemungkinan perubahan kebijakan moneter The Fed dan juga ekspektasi suku bunga ke depan.
"Sebagian besar orang memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya. Mereka tidak memperkirakan sebuah pernyataan besar pada saat ini karena Bernanke masih menggantung posisinya," ujar Kenneth Polcari, managing director ICAP Equities seperti dikutip dari Reuters, Rabu (27/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Selasa (26/1/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 2,57 poin (0,03%) ke level 10.194,29. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 4,61 poin (0,42%) ke level 1.092,17 dan Nasdaq melemah tipis 7,07 poin (0,32%) ke levl 2.203,73.
Indeks saham di bursa Wall Street bolak balik antara teritori positif dan negatif. Dibuka melemah, indeks selanjutnya menguat setelah data menunjukkan kepercayaan konsumen menguat pada Januari ke titik tertingginya sejak September 2008. Data itu meredakan kekhawatiran akan belanja konsumen.
Namun selanjutnya saham-saham berbalik melemah karena investor memilih untuk menunggu hasil dari pertemuan Bank Sentral AS.
Perdagangan berjalan sangat tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 1,12 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,4 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,63 miliar.
(qom/qom)











































