Kuartal I 2004, Laba Bersih Bank Danamon Naik 86,3%

Kuartal I 2004, Laba Bersih Bank Danamon Naik 86,3%

- detikFinance
Kamis, 22 Apr 2004 17:35 WIB
Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatat peningkatan laba bersih sebesar 86,3 persen pada kuartal pertama tahun 2004 menjadi Rp 503 miliar, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 270 miliar.Meningkatnya laba bersih tersebut karena pendapatan bunga bersih perseroan pada kuartal pertama 2004 naik 55 persen menjadi Rp 944 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun 2003 yang mencapai Rp 609 miliar.Demikian diungkapkan Chief Financial Officer Bank Danamon, Vera Eve Lim, dalam jumpa pers di kantor Bank Danamon, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2004). Dijelaskan Vera, perseroan juga mencatat peningkatan kredit, terutama untuk sektor usaha kecil dan menengah (UKM) serta consumer sebesar 67 persen, dari jumlah kredit yang diberikan sebesar Rp 20,962 triliun, dibanding tahun sebelumnya Rp 20,282 triliun. Alokasi kredit hingga akhir tahun akan dipertahankan dengan komposisi 70 persen UKM dan 30 persen korporasi.Rasio pinjaman bermasalah (non-performing loan/NPL) perseroan tercatat sebesar 4,7 persen, naik dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya sebesar 2,8 persen. Peningkatan NPL ini akibat adanya pembelian kredit dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Namun demikian, menurut Vera, perseroan melakukan pencadangan NPL sebesar 153 persen atau Rp 2,5 triliun.Sementara posisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencapai 38,3 persen, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 25,1 persen. Naiknya CAR karena adanya peningkatan laba serta penerbitan obligasi sub ordinasi sebesar US$ 300 juta pada Maret 2004.Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Danamon juga meningkat menjadi Rp 38,709 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp 34,424 triliun, dimana dana tabungan dan giro naik 46,6 persen dari total DPK, dibandingkan sebelumnya sebesar 41,9 persen.Pembobolan di MedanMengenai kasus pembobolan dana sebesar Rp 33 miliar di Kantor Cabang Medan, Sumut, menurut Direktur Bank Danamon Muliadi Rahardja, saat ini masih ditangani pihak kepolisian yang masih melakukan investigasi intensif. Dari jumlah dana yang dibobol tersebut, sebesar Rp 14 miliar sudah bisa diselamatkan.Sementara itu, Presiden Direktur Bank Danamon Francis Rozario mengatakan, terjadinya pembobolan dana di Medan ditengarai karena ada kerjasama sebelumnya yang sudah dilakukan para tersangka. Namun demikian, perseroan akan mengupayakan untuk meminimalisasi kerugian, walaupun dari sisi total aset perusahaan kerugian tersebut relatif kecil.Menurut Rozario, ke depan, manajemen Danamon akan meningkatan sistem dan prosedur serta kultur perusahaan untuk mengurangi tindak kriminal. Pasalnya, saat ini, dari sisi gaji sebenarnya karyawan Bank Danamon sudah dibayar sesuai harga pasar."Jadi tidak ada alasan mereka berbuat kejahatan sehingga kami akan meningkatkan pentingnya budaya perusahaan. Diharapkan, dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan budaya perusahaan yang akan ditingkatkan mulai terlihat hasilnya," tutur Rozario. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads