Demikian hal itu disampaikan Direktur Keuangan Adhi Indradjaja Manopol di kantornya, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (27/1/2010).
Ia menjelaskan, setelah sebelumnya sempat tertunda tiga tahun, right issue itu kembali dicanangkan dan akan terbit pada tahun 2010 ini. Jumlah dana yang ditargetkan sebesar Rp 600 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkannya, kepastian penerbitan saham baru akan dilakukan saat harga saham perseroan telah meningkat dua kali lipat, atau setara dengan Rp 800 per lembar saham.
"Kita ingin lepas 30% saham, tapi tunggu harga saham diatas Rp 800. Harga saham kita per hari ini, Rp 400 per lembar. Harapannya kuartal IV sudah mencapai itu, dan perseroan siap right issue," paparnya.
Dalam right issue, akan dicapai kesepakatan 3:1. Dimana bagi investor yang memegang 3 saham berhak atas 1 saham baru. "Prosesnya masih awal. Belum ada persiapan. standby buyer juga belum," imbuhnya.
Penggunaan dana hasil right issue, akan digunakan perseroan untuk investasi, khususnya pada sektor jalan tol, power plant, dan properti. Sedangkan, untuk penerbitan obligasi, dirinya mengakui sampai saat ini perseroan tidak memiliki rencana tersebut.
"Kita masih punya obligasi yang jatuh tempo pada 2012. 2010 ga ada rencana. Mungkin nanti setelah jatuh tempo," pungkasnya.
(wep/ang)











































