Mengawali perdagangan, IHSG dibuka pada level 2.576,282 dan langsung menguat 22,537 poin (0,88%) ke level 2.587,091. Penguatan bursa regional mengekor penguatan bursa Wall Street langsung membuat IHSG konsisten menguat.
Aksi demo memperingati 100 hari kinerja pemerintahan SBY-Boediono tampaknya tidak terlalu mengkhawatirkan investor. Baik IHSG maupun nilai tukar rupiah tetap bergerak positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level 9.355 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.420 per dolar AS.
Bursa-bursa regional mayoritas bergerak menguat mengikuti penguatan bursa Wall Street.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 7,54 poin (0,25%) ke level 2.994,14.
- Indeks Hang Seng menguat 323,30 poin (1,61%) ke level 20.356,37.
- Indeks Nikkei-225 menguat 162,21 poin (1,58%) ke level 10.414,29.
- Indeks Straits Times menguat 53,35 poin (1,97%) ke level 2.760,29.
- Indeks KOSPI menguat 16,95 poin (1,04%) ke level 1.642,43.
Namun perdagangan berjalan sangat sepi dengan transaksi di seluruh pasar hanya 88.183 kali pada volume 4.697 juta lembar saham senilai Rp 3,756 triliun. Sebanyak 146 saham naik, 29 saham turun dan 55 saham stagnan.
Saham-saham paling aktif yang menguat harganya antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.650 menjadi Rp 36.000, Indocement (INTP) naik Rp 700 menjadi Rp 13.500, PTBA naik Rp 850 menjadi Rp 17.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 450 menjadi Rp 17.200, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 menjadi Rp 24.050, Indofood (INDF) naik Rp 200 menjadi Rp 3.650.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 50 menjadi Rp 11.400, Bhakti Investama (BHIT) turun Rp 15 menjadi Rp 240, Japfa (JPFA) turun Rp 20 menjadi Rp 1.290.
(qom/qom)











































