Kreditor CPRO Beri Persetujuan Kondisi Standstill

Kreditor CPRO Beri Persetujuan Kondisi Standstill

- detikFinance
Senin, 01 Feb 2010 15:10 WIB
Jakarta - PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) berhasil memperoleh persetujuan syarat-syarat dan kondisi dari Standstill Agreement atas obligasi anak usahanya, Blue Ocean Resources (BOR) yang mengalami gagal bayar.

"Namun masih perlu menunggu beberapa tanda tangan dari pihak pemegang obligasi mayoritas sehingga Standstill Agreement tersebut akan dinyatakan efektif dan sah bila minimal sudah direpresentasikan lebih dari 50% pemegang obligasi tersebut," ujar Corporate Secretary CPRO Albert Sebastian dalam keterbukaan informasinya, Senin (1/2/2010).

Menurutnya, bila kesepakatan Standstill Agreement tersebut telah ditandatangani oleh perwakilan pemegang obligasi dan perseroan dan dinyatakan efektif serta sah, maka peringkat CPRO akan dikaikkan dari RD ke C oleh Fitch Ratings.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Albert mengakui, hingga 27 Januari 2010 pihaknya memang belum memenuhi kewajiban pembayaran bunga semi tahunan atas obligasi luar negeri yang diterbitkan BOR.

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito menjelaskan, BEI memang mengenakan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham CPRO karena ketidakjelasan keterangan yang diberikan CPRO.

"Itu terkait dengan Fitch Rating, mengenai restricted default (RD). Kita sudah minta klarifikasi terkait keterbukaan informasinya pada 27 Januari lalu. Karena tidak jelas posisi perseroan terhadap pembayaran bunga dan notes," katanya.

BEI juga tetap akan melakukan penghentian perdagangan sementara (suspensi) saham CPRO, bila terbukti obligasi anak perseroan CPRO default atau gagal bayar.Β  Posisi rating utang (notes) perseroan yang berada di posisi C, lanjutnya, menunjukan hampir gagal bayar (default).

"Kita akan lihat perkembangan CPRO. Bila memang default sementara kita masih suspen," tambahnya.

Ia menjelaskan, BEI tetap akan mencermati sejauh mana perkembangan restricte default yang dialami perseroan. Ke depan, otoritas pasar modal akan meminta penjelasan lebih lanjut kepada CPRO.

"Kita harap secepatnya mereka jawab, kalau memang default konsekuensinya supensi, sampai ada restrukturisasi, kesepakatan yang diraihnya," paparnya.


(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads