Menurut Direktur Mega Capital Yimmy Lesmana, dari Rp 7 triliun dana kelolaa yang ada saat ini, sebanyak Rp 4 triliun berasal dari reksa dana dan sisanya sebesar Rp 3 triliun merupakan diskrae.
"Dana kelolaan akan kami tingkatkan Rp 5 triliun menjadi Rp 12 triliun pada tahun 2010. Ritel diharapkan akan mengisi 70% dari dana kelolaan yang nantinya perseroan terbitkan," paparnya saat dihubungi detikFinance, Senin (1/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini kami akan fokus ke ritel, dan rencananya akan ada dua reksa dana baru pada kuartal III, jenisnya campuran dan saham," katanya.
Ia menambahkan, kedua reksa dana ini memang ditujukan kepada investor ritel. Dengan semakin pintarnya masyarakat dalam berinvestasi, maka dibutuhkan suatu produk investasi yang mengakomodasi keinginan mereka.
"Kami berpikir, masyarakat semakin besar keinginannya dalam berinvestasi. Walaupun jumlahnya kecil, tapi kami percaya jumlahnya menjanjikan," jelasnya.
Untuk mengejar pertumbuhan investasi, tahun 2010 perseroan berencana akan membuka 6 kantor cabang baru. Hingga akhir tahun ini, diharapkan perseroan sudah memiliki 41 kantor cabang. Pembukaan kantor cabang akan difokuskan di wilayah Jakarta. Sisanya Mega Capital akan membukanya di pulau Sumatera.
"Kita akan buka di Sumatra, Padang dan Jambi. Sementera sisanya akan tersebar di Jakarta," ucapnya.
Pada hari ini, pihaknya juga telah mengeluarkan satu produk reksa dana campurannya, Mega Sri Kehati Harmoni, dengan bekerja sama dengan Yayasan Kehati. Mega Capital berniat menjual satu miliar unit penyertaan.
"Awal tahun, total reksa dana kita 13. Nantinya akan berjumlah 16 reksa dana," imbuhnya.
(wep/ang)











































