Harga rights issue UNSP yang ditetapkan sebesar Rp 525 per saham atau total Rp 4,963 triliun. Dari seluruh pemegang saham yang hadir dalam RUPSLB ini, hanya 50,08% yang hadir.
Demikian disampaikan Direktur Utama UNSP Ambono Janurianto seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di hotel Nikko Jalan MH Thamrin Jakarta Selasa (2/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanggal terakhir perdagangan saham HMETD di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan 9 Februari 2010, sedangkan untuk pasar tunai 12 Februari 2010. Recording date rencananya pada 12 Februari 2010, dan distribusinya pada 15 Februari 2010.
Periode perdagangan dan pelaksanaan right issue pada 16-22 Februari 2010. Penjatahan di 25 Februari 2010, dan periode distribusi saham secara elektronik 18 - 24 Februari 2010.
Ia menjelaskan, dari total dana right issue Rp 4,97 triliun, sebanyak Rp 3,16 triliun digunakan sebagai dana akuisisi 9 perusahaan Grup Domba Mas. Sebanyak Rp 2,06 triliun merupakan nilai akuisisi, sedangkan sisanya, Rp 1,1 triliun disiapkan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja untuk calon anak usahanya tersebut.
Capex sebesar Rp 560 miliar akan dianggarkan perseroan, sedangkan modal kerja yang disiapkan sebesar Rp 540 miliar. Dengan persetujuan akuisisi ini, UNSP akan menanggung seluruh kewajiban yang dimiliki grup Domba Mas.
Sebagai pembeli siaga (standbuyer) dan penjamin pelaksana emisi (underwriter) perseroan menunjuk PT Danatama Makmur.
Menurutnya, total nilai kewajiban seluruh grup Domba Mas tercatat Rp 7,152 triliun. Terdiri atas pinjaman pemegang saham lama Rp 269,323 miliar, pinjaman bank senilai Rp 2,602 triliun dan pinjaman kepada pihak ketiga sekitar Rp 4,280 triliun.
Lanjutnya, total nilai kewajiban jangka pendek grup Domba Mas tercatat Rp 2,399 triliun. Namun kewajiban jangka pendek senilai Rp 45,26 miliar sudah termasuk dalam kesepakatan akuisisi, sedangkan kewajiban jangka pendek grup Domba Mas yang ditanggung UNSP masih sebesar Rp 2,353 triliun.
Selain menerbitkan saham baru, perseroan juga berencana melepas waran seri II sebanyak 630,316 juta lembar, dengan harga Rp 530 per lembar. Total dana keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 334,067 miliar.
Seluruh saham hasil pelaksanaan HMETD ataupun waran seri II merupakan saham yang dikeluarkan dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
(wep/dro)
