"Top line tahun ini akan lebih besar. Sekitar 20%, dana laba bisa 15%," kata Direktur Utama UNSP Ambono Janurianto di Hotel Nikko Jalan MH Thamrin Jakarta Selasa (2/2/2010).
Ditambahkannya, peningkatan pendapatan dan laba tahun 2010 disebabkan oleh raihan produksi oleochemical dari anak usaha yang rencana akan diakusisi tahun 2010, Domba Mas. Selain itu, raihan pendapatan juga dihasilkan dari perkebunan sawit dan karet yang telah dimiliki perseroan plus tambahan lahan yang diambil alih dari PT Monrad Intan Barakat (MIB), PT Citralaras Cipta Indonesia (CCI) dan PT Julang Oca Permana (JOP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, pengolahan Oleochemical, Acid, dan Feti Alchohol (bahan dasar minyak goreng), bisa mencapai 140-150 ton per tahun. Namun tahun ini perseroan diprediksi dapat meraih 5% market share dari industri.
"Kami akan full baru pada 2012. Tahun 2011 juga belum full. Tahun ini baru dimulai pada pertengahan tahun, jumlahnya diperkirakan 35 ribu ton oleochemical. Kita baru start up," terangnya.
Sementara, perseroan bersiap menambah lahan kelapa sawitnya sebesar 12.500 ha, dengan lahan tertanam seluas 9 ribu ha. Untuk perkebunan karet, perseroan akan mandapat tambahan lahan 25 ribu ha, dengan lahan tertanam seluas 3 ribu ha.
"Tahun ini akan ada pertumbuhan 20% dari perkebunan," ujarnya.
Di lain sisi, kinerja perseroan tahun 2009 diperkirakan akan positif. Pendapatan akan lebih baik dibanding tahun 2008. Kemudian, laba bersih diprediksi akan naik 10%. "Pendapatan belum bisa diberikan. Tapi lebih baik pastinya," imbuhnya.
Β
(wep/dro)











































