Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 03 Feb 2010 09:17 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham-saham US naik dan indeks Standard & Poor's 500 mengalami kenaikan rally selama dua hari terbesar dari bulan Oktober setelah penghasilan dari Lexmark International Inc.dan D.R Horton Inc. sesuai dengan estimasi dan penjualan rumah juga mengalami kenaikan.

Lexmark perusahaan pembuat mesin printer kedua terbesar di US dan D.R Horton perusahaan konstruksi rumah kedua terbesar di US mengalami kenaikan kurang lebih 11% yang mendorong kenaikan indeks Standard & Poor's 500. Indeks Standard & Poor's (+1.3%) ke 1,103.32. Dow Jones Industrial Average (+1.1%) ke 10,296.85.

Regional Pagi: Saham-saham Tokyo diperdagangkan menguat di hari Rabu seiring penguatan pada saham perusahaan minyak sejalan dengan rally pada harga minyak, yang mencapai $ 77 per barrel di New York. Inpex Corp.(+1.8%), dan Nippon Oil Corp. (+3.6%). Namun, saham Fast Retailing Co. Ltd (-3.9%) setelah perusahaan melaporkan bahwa penjualan YoY Januari merosot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa Australia juga menguat di awal sesi, didorong oleh kuatnya saham-saham pertambangan dan media serta penguatan pada Wall Street. Namun sejumlah saham finansial melemah. BHP Billiton Ltd.(+3%),Rio Tinto Ltd. (+2.4%), dan Newcrest Mining Ltd. (+2.9%), ditopang oleh naiknya futures emas. namun, National Australia Bank Ltd. (-0.8%), dan Westpac Banking Corp. (-1%). News Corp. (+5.5%) setelah perusahaan melaporkan laba 2Q yang melampaui estimasi. Nikkei 225 (+0.2%) 10,395, S&P/ASX 200 (+0.9%) 4,648, Kospi (+1%) 1,611 ,STI (+0.95) 2,746

Commodity: Minyak mentah diperdagangkan di kisaran harga $ 77/ barrel setelah naiknya optimisme pasar terhadap recovery US, negara yang memiliki tingkat konsumsi energy tertinggi. Minyak masih tertahan pada level kisaran $77 / barrel perdagangan kemarin setelah laporan mengenai penjualan rumah mengalami kenaikan dan dolar yang masih mengalami pelemahan mendorong investor untuk membeli bahan mentah sebagai alternatif investasi. Minyak mentah (-0.3%) ke $77/barrel WTI Crude (-0.5%) $ 76.8/barrel Gold (+0.2%) $1,116/oz, CPO (-0.2%) RM2,436/MT, Nickel (+1.7%) $18,300/MT, Tin (+1.9%) $16,450/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Kekayaan Negara Tambah Rp481 T

Kementerian Keuangan mencatat penambahan nilai sebesar Rp481,53 T per 31 Januari 2010 dari hasil inventarisasi dan penilaian barang milik Negara (BMN) milik 20.055 satuan kerja. Menkeu menuturkan pemerintah telah melakukan inventarisasi dan penilaian BMN pada seluruh satuan kerja sejak 3Q07. Hingga penghujung 2008, terdapat 10.254 dari 22.307 satker yang telah selesai melakukan inventarisasi.

Economic: Permintaan Sukuk Ritel Capai Rp5,56 T

Permintaan terhadap sukuk ritel seri 002 (SR-002) hingga kemarin mencapai Rp5,56 T dari agen penjual. Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu mengatakan jumlah permintaan yang besar membuat pemerintah tidak memberikan lagi izin peningkatan target (upsize) penjualan SR-002 dari total 18 agen penjual.

Energy: Pemerintah Buka Kran Impor Gas Bumi

Pemerintah membuka kran impor gas bumi untuk mendukung pemenuhan gas di dalam negeri. Impor tersebut baru dilakukan jika pasokan gas dari dalam negeri tidak mencukupi. Kebijakan tersebut tertuang dalam pasal 5 Peraturan Menteri ESDM No.3 Tahun 2010 tentang Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.

Banking: NIM Mulai Turun - BI

Margin suku bunga perbankan (net interest margin/NIM) mulai menurun pada awal Februari 2010, dari 6,23% menjadi 6,08%. Bank-bank swasta menjadi penyumbang utama margin suku bunga tersebut. Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad mengatakan, penurunan margin bunga bank terkait efisiensi yang dilakukan oleh perbankan, namun diyakini margin masih bisa diturunkan.

 Corporate news

ADMF: Incar Booking Naik 20%

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) menargetkan mampu meningkatkan pembiayaan baru (new booking) sebesar 20% dari pencapaian tahun lalu senilai Rp14,5 T. Direktur Adira Finance pada tahun ini, perseroan lebih optimistis dengan menargetkan pembiayaan baru naik antara 15% dan 20% seiring dengan prediksi pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin positif.

TRIM: Tiga Investor Asing Bidik Saham Trimegah

Setidaknya ada tiga investor asing yang menjadikan TRIM sebagai target akuisisi seiring meningkatnya pasar modal. Direktur TRIM, Karman Pamurahardjo, menyatakan dua pemegang saham pengendali TRIM, yakni Soinnaker Fund melalui Demerara Ltd dan Avi Yasa Dwipayana, tidak menutup kemungkinan melepas sahamnya.

MEDC: Terbitkan Surat Utang

PT Medco Energi International Tbk (MEDC) menerbitkan MTN senilai total US$ 7,9 juta (sekitar Rp 73,96 miliar). Kupon MTN itu akan dibayarkan perusahaan setiap 3 bulanan kepada investor.

BLTA: Akan Terbitkan Convertible Bond Senilai US$ 100 Juta

PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) akan menerbitkan convertible bond bertenor 5 tahun senilai US$ 100 juta. Obligasi tersebut akan ditawarkan kepada investor institusi dan internasional di luar AS. Obligasi tersebut akan memiliki kupon sebesar 12% dan akan diterbitkan sekitar 10 Februari. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk investasi cabotage di Indonesia, membayar utang, serta memperkuat modal kerja.

UNTR: Targetkan Pangsa Pasar Alat Berat 45%

UNTR tahun ini menargetkan penguasaan pangsa pasar alat berat sebesar 45% dari total penjualan alat berat nasional. Volume penjualan alat berat perseroan diharapkan naik 15% menjadi 3.577 unit disbanding tahun lalu 3.011 unit.

TINS: Anggarkan Capex Rp 800 Miliar di 2010

PT Timah Tbk (TINS) menganggarkan capex senilai Rp 800 miliar di sepanjang 2010.TINS akan menggunakan capex itu untuk menambah kapal hisap dan kapal keruk.Sekretaris Perusahaan Timah Abrun Abubakar mengatakan, penambahan lima kapal hisap menelan biaya Rp 25 miliar-Rp 30 miliar per unit. Sementara, TINS membutuhkan biayaRp 200 miliar untuk memodifikasi satu kapal keruk.

BTEL: Akan Perbesar Bond

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) akan memperbesar emisi obligasi global hingga US$300 juta apabila road show yang digelar perseroan pada bulan ini menunjukkan animo positif dari pelaku pasar. Menurut Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom, perseroan akan menggunakan dana tersebut guna membayar utang perseroan (refinancing) dan penguatan kapasitas perseroan ke depan.

IPO: Saham Benakat Diincar 10 Investor Asing

PT Benakat Petroleum Energy mulai menggelar penawaran saham perdana kepada investor ritel. Sebanyak 20% dari total saham IPO perusahaan minyak dan gas bumi ini dialokasikan untuk investor ritel dan sisanya, sebanyak 80% diperuntukkan bagi investor institusi. Perusahaan mengatakan ada 5 hingga 10 perusahaan asing yang mengincar saham IPO perusahaan. Perusahaan itu berasal dari Singapura dan Hong Kong.

Rumours

BVIC disebut-sebut oleh beberapa pelaku pasar sedang menjadi target akusisi bank asing, sempat beredar kabar bahwa Standard Chartered Bank tengah menjajaki opsi akuisisinya sekitar Rp173 per saham atau dua kali dari nilai buku (book value).

Harga saham PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL) dikabarkan bakal diangkat menuju kisaran Rp130-150 dalam waktu dekat. Pembentukan joint venture antara perseroan dengan perusahaan pertambangan batubara yang juga tercatat di BEI akan menjadi momentum kenaikan harga TRIL. Selain itu, ekspansi usaha perseroan ke bidang pemasaran komoditas batubara melalui Triwira Global Resources tahun ini juga bakal berdampak positif.

Technical Picks

  • BSDE (930) – SELL on Strength
  • DOID (1760) – BUY on Weakness
  • GGRM (24.100) – Speculative BUY
  • SMGR (7900) – SELL on Strength.
 

(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads