PTBA Incar Pertumbuhan Penjualan Batubara 20% di 2010

PTBA Incar Pertumbuhan Penjualan Batubara 20% di 2010

- detikFinance
Rabu, 03 Feb 2010 10:43 WIB
PTBA Incar Pertumbuhan Penjualan Batubara 20% di 2010
Jakarta - PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA)  menargetkan volume penjualan batubara tahun ini naik 20 persen dibanding total penjualan tahun lalu yang mencapai sekitar 12,6 juta ton.

"Volume penjualan dari12,6 juta ton naik 20 persen menjadi di atas 15 juta ton," kata Direktur Utama PTBA Soekrisno sebelum rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Dengan meningkatnya volume penjualan tersebut, PTBA menargetkan pendapatan (revenue) bisa di atas pencapaian tahun 2009 yang hampir mencapai Rp 9 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Revenue tahun 2009 kan hampir Rp 9 triliun. Tahun ini diperkirakan naik di atas Rp 9 triliun, mudah-mudahan bisa dua digit," ungkapnya.

Sementara untuk belanja modal (capex) tahun ini dialokasikan sebesar Rp 1,5 triliun dan akan digunakan untuk investasi dan juga mengakuisisi beberapa wilayah tambang baru.

"Rp 1,5 triliun itukan dari internal. Tapi kalau kita akan mengakusisi tambang besar, itu kita bisa cari pinjaman dari luar. Kitakan belum punya utang," kata dia.

Untuk laba bersih, Soekrisno mengatakan laba bersih tahun 2009 diperkirakan naik hampir 50% dibandingkan laba bersih 2008 yang mencapai Rp 1,7 triliun. PTBA menargetkan produksi batubaranya di tahun 2014 bisa mencapai 50 juta ton.

Soekrisno menyatakan, untuk tahun ini pihaknya memang sedang fokus mengincar berbagai wilayah tambang di Kalimantan. Ia mengaku, saat ini perseroan sudah mengajukan penawaran untuk satu Kuasa Pertambangan (KP).

"Saya lupa berapa reserve-nya (cadangan). Itu masih green field. Nanti kalau sudah oke, baru minta data yag lengkap," kata dia.

Jika seluruh proses akusisi di Kalimantan sudah selesai, Soekrisno berencana untuk melakukan akusisi tambang hingga keluar negeri seperti Afrika dan Australia.

"Kalau di Kalimantan sudah oke, baru kita go international. Bisa Afrika, Australia yang penting ada batubara," ungkapnya.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads