Harga Timah Diharapkan Bisa Melonjak Lagi ke US$ 20.000

Harga Timah Diharapkan Bisa Melonjak Lagi ke US$ 20.000

- detikFinance
Rabu, 03 Feb 2010 11:07 WIB
Harga Timah Diharapkan Bisa Melonjak Lagi ke US$ 20.000
Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) berharap harga komoditas timah di tahun 2010 ini akan naik sekitar US$ 7.000 per ton dibandingkan harga rata-rata di 2009 yang sebesar US$ 12.000-13.000 per ton, sehingga laba perseroan di 2010 bisa kembali melonjak.

Direktur Utama Timah Wachid Usman mengatakan, di tahun 2009 laba bersih perseroan turun dibandingkan pencapaian laba di tahun 2008. Ini akibat turunnya harga timah dari US$ 18.000 per ton di 2008 menjadi US$ 13.000 per ton di 2009.

"Kita berharap pada tahun ini mudah-mudahan situasi pasar mulai membaik dan permintaan naik. Sehingga biarpun volume penjualan tidak banyak berubah, kita berharap harga naik menjadi US$ 20.000 per ton tahun ini, dari harga di 2009 yang sebesar US$ 12.000-13.000 per ton," ujar Wachid dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wachid mengatakan, di tahun 2010, perseroan membidik volume penjualan bisa mencapai 50 ribu ton, naik sedikit dibandingkan volume penjualan di tahun 2009 yang sebesar 49 ribu ton.

Selain itu, perseroan tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp 600 miliar untuk keperluan belanja modal. Dari dana tersebut, sebesar Rp 450-500 miliar akan dialokasikan untuk penambahan 2 kapal keruk dan 5 kapal hisap.

"Sisanya (belanja modal) untuk melanjutkan proyek pin chemical di Cilegon. Uji coba proyek ini mulai April 2010, tahap awal produksi 2.000 ton, dan mulai 2011 produksi menjadi 10.000 ton. Selain itu kami juga masih menjajaki tambang batubara di Kalimantan yang dicari skala sedang dengan reserve 50 juta ton, yang jelas dananya dari pinjaman bank," tuturnya.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads