Berdasarkan jawaban tertulis Direktur Utama PTBA Soekrisno dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR yang dikutip detikFinance, Rabu (3/2/2010), ekspor terbesar PTBA untuk tahun ini yaitu ke China sekitar 2,348 juta ton atau naik sekitar 63 persen dari realisasi ekspor di tahun 2009 yaitu 1,44 juta ton.
Sementara di posisi kedua ditempati oleh Jepang yaitu sebesar 1,302 juta, diiikuti Taiwan sebesar 1,014 juta ton, Malaysia 708 ribu ton, India 360 ribu ton, Korea 153 ribu ton, Thailand 142 ribu ton, dan Pakistan 120 ribu ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahun 2009, realisasi pendapatan perseroan tercatat mencapai Rp 8,9 triliun, dimana Rp 6 triliun berasal dari hasil ekspor, dan sisanya berasal dari hasil penjualan batubara di dalam negeri. Pada tahun 2009, PTBA telah menjual sebesar 12,224 juta ton batubara, dengan kontribusi ekspor batubara sebesar 4,46 juta ton, dan penjualan di dalam negeri 7,764 juta ton.
Proyeksi target produksi dan penjualan PTBA dari tahun ke tahun diperkirakan akan terus meningkat. Pada tahun 2010, PTBA berencana memproduksi 14 juta ton batubara dengan rencana penjualan 13,955 juta ton.
Pada 2011, produksi sebesar 20,05 juta ton dengan rencana penjualan 23,67 juta ton. Pada 2012 produksi sebesar 20,26 juta ton dengan rencana penjualan 24,1 juta ton. Sementara produksi pada 2013 diproyeksikan sebesar 25,11 juta ton dengan target penjualan 30 juta ton.
Adapun upaya-upaya yang akan dilakukan untuk mencapai target-target tersebut yaitu dengan :
- Meningkatkan kapasitas angkutan batubara dengan kerjasama PTKA dan membangun jalur rel baru untuk mencapai kapasitas angkut menjadi 42,7 juta ton pada tahun 2014.
- Melakukan program akuisisi tambang-tambang yang potensial dan menjajaki KSO.
- Pembangunan PLTU mulut tambang dengan kapasitas 2x100 Mw, 4x600 MW serta PLTU untuk kebutuhan sendiri 3x10 Mw, 2x8 MW dan 2x10 MW.
(epi/dnl)











































