"Kinerja kami akan lebih pada tahun ini. Produksi minyak akan naik dari 2 ribu bareel per hari menjadi 4 ribu barrel per hari," kata Investor Relations & Corporate Secretary BIPI Ferdinand Dion disela penawaran umum perdana saham BIPI di Menara DEA Kawasan Mega Kuningan Jakarta Rabu (3/2/2010).
Ditambahkannya, produksi minyak perseroan berasal dari salah satu anak usaha mereka, PT Banakat Barat Petroleum. Selain minyak bumi, perseroan juga bersiap memproduksi batu bara dan batu mangan di tahun 2011. Dengan diversifikasi produk tersebut, Benakat berharap akan menjadi perusahaan tambang terintegrasi (integrated company).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, BIPI juga sedang melakukan uji kelayakan (due dilligence)terhadap 3 blok minyak dan gas di pulau Sumatera dan Kalimantan. Sayangnya, ia belum dapat membeberkan perkiraan nilai akuisisi maupun sumber pendanaan akuisisi tersebut.
"Kita sedang melakukan due dilligence dengan 3 blok migas. Nilainya belum bisa kita disclose saat ini," ujar Direktur Keuangan Benakat, Michael Rusli.
Lanjutnya, pemilihan perseroan untuk mencatatkan sahamnya di pasar bursa, tidak lepas dari kebutuhan pendanaan pada tahun 2010. BIPI tidak lagi harus mengandalkan pembiayaan internal atau perbankan.
"Saat ini, stock market jadi alternatif yang paling memungkinkan. Kalau bank, riskan, repot. Jika likuiditas lagi kering akan sulit," tuturnya.
Dion berharap, para calon pemegang saham BIPI nantinya akan melakukan investasi secara long term, dan benar-benar digunakan sebagai tabungan. Bukan lagi dijadikan saham "gorengan" sesaat.
(wep/dro)











































