Menurut Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, saat ini sudah banyak perbankan baik dalam maupun luar negeri yang menawarkan pinjaman tersebut.
"Tapi belum ada yang kita ambil. Sekarang masih dalam proses penampungan dulu," katanya usai penandatanganan MoU bersama Pertamina di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (4/2/2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, dana kas internal yang disiapkan sebanyak Rp 600 miliar, dan sisanya Rp 1,4 triliun dari pinjaman perbankan. Proyek emiten berkode PGAS itu diharapkan bisa berjalan di tahun 2010 ini.
Selain pembangunan FSRT di Medan, perseroan juga menggandeng Pertamina untuk membangun FSRT di Jawa Barat itu dengan kepemilikan 40:60 persen. Perseroan sudah menyiapkan dana sebanyak Rp 2 triliun di proyek tersebut yang nantinya dibayar sesuai dengan porsi kepemilikan.
Proyek itu ditargetkan mulai berjalan tahun ini dan bisa beroperasi di akhir 2011.
Β
(ang/dro)











































