"Tahun 2009 minimal (laba bersih) Rp 5 triliun, tapi saya kira bisa lebih," ujar Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso usai melakukan penandatanganan MoU dengan Pertamina di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (4/2/2010).
Pada tahun 2008, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 12,793 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 633,859 miliar. Dengan perolehan laba sebesar Rp 5 triliun di 2009, pertumbuhan laba bersih mencapai 688,81%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengejar pertumbuhan laba tahun ini, perusahaan plat merah itu berencana mengembangkan kapasitas dan jaringan distribusi gasnya. Menurut Hendi, yang menjadi kendala dalam pengembangan kapasitas tersebut adalah kurangnya pasokan gas yang tersedia.
Ia mengatakan, saat ini kapasitas jaringan distribusi emiten berkode PGAS ini baru terpakai 65 persen, masih ada peluang untuk mengisi kapasitasnya sebanyak 35 persen lagi.
"Kendalanya memang kita kekurangan pasokan gas dari hulu," katanya.
Ia mengatakan, kapasitas gas perseroan saat ini mencapai 800 mmbtu. Menurut perhitungan PGN, permintaan pasar saat ini bisa menyerap hingga sekitar 500-600 mmbtu.
"Kalau pasar minta lebih banyak, kapasitas jaringan distribusi kita memadai untuk ditambah," jelasnya.
Β
(ang/dro)











































