Net Beli Asing Turun Rp 3,26 Triliun di Januari 2010

Net Beli Asing Turun Rp 3,26 Triliun di Januari 2010

- detikFinance
Kamis, 04 Feb 2010 16:36 WIB
Jakarta - Transaksi beli asing di pasar saham sepanjang Januari 2010 mengalami penurunan cukup drastis menjadi hanya Rp 580 miliar, dari jumlah pembelian saham oleh investor asing di Desember 2009 yang sebesar Rp 3,84 triliun.

Demikian disampaikan dalam Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) yang dikutip detikFinance, Kamis (4/2/2010).

Meskipun jumlah transaksi beli saham oleh asing menurun, namun sepanjang Januari 2010, volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp 3,79 triliun per hari, dibandingkan rata-rata volume perdagangan Desember 2009 yang sebesar Rp 2,9 triliun per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kinerja IHSG pada Januari 2010 membaik. IHSG menguat sebesar 3,02% dan ditutup pada level 2.610,8. Pelaku pasar menangkap sinyal bahwa belum terdapat tekanan inflasi yang signifikan hingga semester I-2009.

Tidak berubahnya level BI Rate diterjemahkan sebagai upaya bank sentral untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga pencapaian sasaran inflasi pada tahun 2010. Hal tersebut kemudian direspon pelaku pasar dengan peningkatan transaksi di pasar saham," demikian dikatakan BI.

Dinamika yang berkembang di pasar keuangan global sempat meredam peningkatan IHSG di awal tahun. Kebijakan pengetatan moneter dan rencana pembatasan ekspansi kredit yang terjadi di China, rencana Pemerintah AS untuk mulai keluar dari strategi kebijakan quantitative easing, melakukan penyesuaian operasi moneter, dan membatasi ukuran dan kegiatan bisnis bank di AS serta krisis pasar utang Yunani akibat membengkaknya defisit fiskal menyebabkan koreksi yang cukup dalam pada indeks regional yang pada akhirnya turut mempengaruhi kinerja IHSG.

Namun, pada akhirnya IHSG berhasil rebound yang dipicu oleh, langkah the Fed untuk mempertahankan Fed Fund Rate pada kisaran 0-0,25%, rencana pemotongan pajak oleh Pemerintah AS, pidato Presiden AS Barrack Obama yang memberikan penegasan tidak bermaksud untuk 'menghukum' bank, serta peningkatan rating oleh lembaga rating Fitch untuk delapan bank umum domestik, dari 'BB' menjadi 'BB+', setelah sebelumnya, peringkat utang pemerintah Indonesia juga dinaikkan menjadi satu level di bawah investment grade.
(dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads