IHSG Bakal Terseret Arus Pelemahan

Rekomendasi Saham

IHSG Bakal Terseret Arus Pelemahan

- detikFinance
Jumat, 05 Feb 2010 07:30 WIB
IHSG Bakal Terseret Arus Pelemahan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah di tengah bursa-bursa regional yang juga sedang dilanda kelesuan. IHSG gagal bertahan di level 2.600.

Pada perdagangan Kamis (4/2/2010), IHSG ditutup turun 11,329 poin (0,43%) ke level 2.593,220. Indeks LQ 45 juga turun 2,957 poin (0,58%) ke level 505,179.

Sentimen negatif kembali menaungi perdagangan saham Jumat (5/2/2010) ini. Merosotnya bursa-bursa utama dunia akan menyeret IHSG ke titik terendahnya lagi. Investor memilih untuk melepas portofolio sahamnya dalam kondisi pasar finansial yang sedang diliputi ketidakpastian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa Wall Street kemarin merosot tajam, dengan indeks Dow Jones sempat mencicipi level di bawah 10.000. Pemicu rontoknya saham-saham adalah memuncaknya kekhawatiran seputar masalah utang di Eropa plus data klaim pengangguran yang meningkat ke level yang tidak diprediksi sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (4/2/2010) indeks Dow Jones ditutup melemah 268,37 poin (2,61%) ke level 10.002,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 34,17 poin (3,11%) ke level 1.063,11 dan Nasdaq melemah 65,48 poin (2,99%) ke level 2.125,43.

Bursa Tokyo pun langsung ikut merosot tajam, dengan indeks Nikkei-225 dibuka anjlok 190,99 poin (1,84%) ke level 10.164,99.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
 
eTrading Securities:
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (04/02/2010) bergerak mix, dengan hasil penutupan minus 11 poin. Hal ini dipicu oleh menurunnya saham-saham infrastruktur dan perbankan. Investor terlihat masih ragu-ragu untuk kembali masuk ke dalam bursa. Kendati demikian, pihak asing masih melakukan transaksi beli bersih sebesar Rp131 miliar. Saham-saham yang diperkirakan masih berpeluang menguat antara lain GGRM, ADRO, INDF, dan LSIP. Untuk perdagangan esok, IHSG masih bergerak mix dengan volume transaksi yang tidak terlalu besar. Range pergerakan IHSG masih berada di kisaran 2.560 - 2.620.
 
Optima Sekuritas:
 
Melemahnya bursa regional menjadi sandungan bagi IHSG untuk menguat sehingga gagal memanfaatkan momentum reversal sebelumnya. Indeks akhirnya turun 11 poin ke level 2.593 dipicu tekanan terhadap saham blue-chip seperti TLKM, BBCA, BMRI, dan BUMI. Pelaku pasar masih wait & see terlihat nilai transaksi yang tipis. Pada kondisi liquiditas yang tipis maka sebaiknya menerapkan buy on weakness/selective buying sambil melihat trend pasar global. Indeks hari ini diperkirakan bergerak di level 2.570-2.610.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads