Rupiah-IHSG Langsung Ambles

Rupiah-IHSG Langsung Ambles

- detikFinance
Jumat, 05 Feb 2010 09:44 WIB
Rupiah-IHSG Langsung Ambles
Jakarta - Kemerosotan bursa-bursa global langsung berimbas ke lantai bursa Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan dan nilai tukar rupiah langsung terpuruk.

Pada perdagangan Jumat (5/2/2010), IHSG dibuka langsung merosot 51,996 poin (2,01%) ke level 2.541,224. IHSG terus terpuruk dan dalam 5 menit awal perdagangannya terpangkas 57,738 poin (2,23%) ke level 2.535,482.

Sementara nilai tukar rupiah dibuka langsung merosot ke level 9.400 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.335 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa-bursa regional bergerak melemah mengikuti bursa Wall Street tadi malam menyusul kekhawatiran seputar masalah utang Eropa. Indeks Dow Jones bahkan sempat terpuruk di bawah level 10.000.

Pada penutupan sesi I perdagangan Jumat, indeks Nikkei-225 tercatat merosot 293,33 poin (2,83%) ke level 10.062,65. Indeks Hang Seng juga dibuka anjlok 589,67 poin (2,9%) ke level 19.751,97.

Sucorinvest dalam analisisnya menjelaskan, bursa regional Asia dibuka melemah mengikuti penurunan bursa global ditengah-tengah kekhawatiran pasar kredit global, pemuligan ekonomi global terganggu. Sementara rupiah dibuka melemah di atas angka 9400 sehingga diperkirakan IHSG juga terseret penurunan indek bursa global.

Sementara CIMB dalam analisisnya menjelaskan, mayoritas bursa Asia dibuka koreksi dalam mengikuti Dow Jones kemarin -2.61% dan sempat menembus level 10,000 pada intraday karena beberapa berita buruk:
  • Naiknya level hutang di Eropa, khususnya Yunani, Portugal, Spanyol
  • Naiknya unemployment claims 8k menjadi 480k minggu lalu
  • Risk aversion dari bursa saham dan komoditas
  • Kekhawatiran buruknya angka pengangguran malam ini.

"Menurut perhitungan kami, JCI sepertinya berpotensi terkoreksi Β± 2% atau ke level 2541 dan mencoba untuk rebound dari level ini. Koreksi komoditas yang signifikan ditambah dengan kekhawatiran pengangguran tinggi di AS akan membuat traders keluar sejenak dari bursa. Kesempatan beli bagi long term investors," demikian analisis dari CIMB.
(qom/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads